TUMBUHAN DAN SEJARAH (SETELAH MASEHI)

1790
Kacang kedelai ditanam di Kew, namun tidak menghasilkan panenan yang cukup berarti bagi Eropa pada saat itu.
1787
Kapten Bligh dibebastugaskan dari otoritasnya sebagai kapten kapal Bounty (armada kerajaan Inggris) segera setelah peristiwa makar awak kapalnya yang kekurangan air dan membuang muatan berupa 1,000 bibit sukun ke laut. Saat itu bibit sukun rencananya akan dikirim dari Haiti ke Karibia sebagai uji coba ditanam untuk konsumsi budak. Tahun 1793 Bligh kembali dipercaya memimpin kapal Providence dan tugas pengiriman bibit sukun dia selesaikan dengan sukses.
1784
Thunberg menerbitkan buku Flora Japonica. [Lihat 1775]
1773
Seorang penjelajah dari Prancis bernama Pierre Poivre berhasil membawa keluar bibit tumbuhan rempah-rempah (cengkih, pala, kayu manis, dan lada) dari kepulauan Maluku yang saat itu dikuasai oleh Belanda. Pierre membawa bibit tersebut ke Mauritius dan Reunion serta berhasil mengembangbiakan di sana. Usahanya ini berhasil menghentikan monopoli Belanda. [Lihat 1770] (Root, 1980)
1770
Seluruh stok biji pala dan cengkih dalam jumlah cukup untuk cadangan satu tahun dimusnahkan di Amsterdam dengan tujuan untuk mempertahankan harga. Stok yang terbatas membuat harga tetap tinggi dan keuntungan otomatis akan berlipat. (Root, 1980) Mulai abad ke 17, seperti kita ketahui, Belanda telah menguasai pusat rempah-rempah (Maluku).
1753
Karya Linnaeus Species Plantarum menjadi standard baru pengkalisifikasian dan penamaan tumbuhan. Karya besarnya ini menjadi titik awal penamaan tumbuhan dengan sistem binominal yang kita kenal sekarang (nama ilmiah). (HNT)
1747
Proses untuk mengekstrak gula dari akar bit mulai dikembangkan oleh Andreas Margraff. Proses yang effisien untuk membuat gula bit baru ditemukan pada tahun 1877. Setelah itu, produksi gula bit berkembang pesat di Amerika Serikat. Melaui seleksi jenis bit yang dilakukan oleh ahlinya, kandungan gula pada bit bisa dinaikan dari yang tadinya 2% pada abad 19, menjadi 20% sekarang. (Simpson, 1989)
1739
Sekitar 500,000 orang meninggal di Irlandia akibat gagal panen kentang di hampir seluruh negeri. [Lihat 1845] (Ponting, 1991)
1737
Linnaeus menerbitkan buku Hortus Cliffortianus dengan ilustrasi yang dikerjakan oleh Ehret. Buku berisi tulisan tentang tumbuhan yang ditanam di kebun milik George Clifford di Hartekamp (Belanda) ini merupakan dasar dari buku berikutnya yaitu Species Plantarum. Ilustrasi tumbuhan pada bukunya memperlihatkan keyakinannya bahwa ilustrasi tumbuhan harus sangat detil dan harus merupakan hasil kerjasama yang erat antara ahli botani dengan pelukis. (HNT)
+/- 1730
Ginkgo biloba dibudidayakan di Kebun Raya Utrecht. [Lihat Kaempfer, 1712]
1722
Philip Miller mulai mengelola Kebun Raya Chelsea.
1722
Mark Catesby meneruskan perjalanan ke Carolina Selatan.
1712
Mark Catesby, naturalis berkebangsaan Inggris dan pengarang Natural History of Carolina, Florida and the Bahama Islands melakukan perjalanan pertamanya ke Virginia.
1712
Engelbert Kaempfer menerbitkan buku Amoenitates Exoticae, deskripsi pertama karya dunia barat tentang flora Jepang. Kaempfer seorang ahli fisika yang bekerja pada VOC (maskapai perdagangan Belanda) di Deshima, Jepang, mulai tahun 1690 hingga 1692. Tulisan Kaempfer yang lain, diterbitkan oleh Hans Sloane dengan judul History of Japan, merupakan tulisan pertama tentang tumbuhan bernama ginkgo.
1712
Kapten Frezier memperkenalkan jenis stroberi dari Cili, Fragaria chiloensis, ke Prancis. Beberapa tahun kemudian tanaman ini sampai ke Inggris. Stroberi dan beberapa jenis tumbuhan dari Amerika Utara dibawa ke Prancis oleh Jean Robin pada tahun 1624, dan merupakan nenek moyang dari stroberi yang sekarang kita kenal di pasaran.
1709
Bencana kelaparan melanda Eropa dan berdampak sangat serius bagi Prussia. (Ponting,1991)
1706
Beberapa bibit kopi dari Sri Langka dikirim ke kebun raya di Amsterdam. Hanya satu pohon yang hidup, dan merupakan induk dari sebatang pohon yang tumbuh di taman konservasi Paris. Tahun 1723, de Cliey membawa satu bibit dari pohon yang ada Paris ke Martinique dan pada tahun 1777 telah menjadi induk dari ribuan pohon kopi di sana. Kopi yang dibawa dari Martinique inilah yang akhirnya menjadi perkebunan kopi di berbagai wilayah di Amerika Selatan. (Simpson, 1989)
1694
Joachim Camerarius menulis karya ilmiah (kemudian diterbitkan oleh Valentini dalam Polychresta exotica, 1700, HNT). Tulisannya merupakan keterangan pertama yang paling jelas mengenai organ reproduksi tumbuhan dan menjelaskan tentang peran benang sari, putik dan ovula.
1693
Bencana kelaparan melanda Eropa bagian utara. Tahun 1694 populasi Prancis bagian utara berkurang 10% akibat kelaparan ini.
1693
Laporan pertama tentang jeruk peras (Ing: grapefruit) yang tumbuh di wilayah Karibia dibuat oleh Hans Sloane dalam katalog Tumbuhan dari Jamaika. Diperkirakan jeruk peras ini memang berasal dari negara tersebut. Tanaman ini pertama kali ditanam di Florida sekitar tahun 1850.