TUMBUHAN DAN SEJARAH (SETELAH MASEHI)

1679
Leeuwenhoek menulis karya ilmiah yang isinya berupa estimasi kemampuan bumi untuk dihuni oleh 13.385 miyar manusia. Perhitungannya didasarkan pada total daratan bumi dibagi dengan jumlah penduduk ideal saat itu (120 orang) per kilometer. (Cohen, 1995)
1678
John Bannister tiba di Virginia sebagai menteri saat itu, namun lebih tepatnya ia adalah kolektor dan naturalis yang bekerja untuk Uskup London, Henry Compton. Sejak itu ia mulai rutin mengirim sampel tanaman ke Inggris termasuk di antaranya Magnolia virginiana dan Rhododendron viscosum. (Compton sendiri meninggal tahun 1692 saat sedang bekerja untuk memperbanyak koleksinya)
1673
Kebun Raya Chelsea dibangun oleh sebuah perkumpulan bernama Worshipful Society of Apothecaries di London.
1672
Robert Morison menerbitkan hasil kajian ilmiah pertama tentang kelompok tanaman (suku wortel-wortelan) (HNT)
1669
Robert Morrison diberi gelar Professor Botani di Magdalen College, untuk pertama kali nya bidang botani diakui sebagai disiplin ilmu akademis di Inggris.
1663
William Penn menulis surat tertanggal 16 Agustus, dari Philadelphia, menerangkan bahwa semua tanaman Indian termasuk peach tumbuh dengan baik. (Root, 1980) Thomas Ashe dalam bukunya yang terbit tahun 1682 berjudul Carolina; or, a Description of the Present State of that Country menyatakan, “Pohon peach tumbuh liar dalam jumlah yang sangat besar” (De Wolf in Punch 1992) Hal itu menunjukkan betapa cepatnya penyebaran tanaman berharga asal Persia ini.
1652
Pohon pinus di New England, Amerika, pertama ditebang untuk tiang layar kapal. Tahun 1696 kapal-kapal perang Inggris dibuat di Amerika Utara. Tahun 1775 bahan untuk tiang layar kapal yang begitu melimpah di timur laut Amerika telah habis ditebangi. (Ponting, 1991) Pohon pinus digunakan sebagai simbol dalam uang logam Amerika yang pertama, diterbitkan di Boston. [Lihat 1761]
1652
Capetown ditemukan. Belanda mengirim dua kapal ke Table Bay, dekat Capetown, Afrika Selatan untuk membangun kebun dengan tujuan untuk menyediakan buah dan makanan segar bagi para pelaut yang melewati Cape of Good Hope. Tahun 1679 kebun tersebut telah berisi tanaman hias dari negeri-negeri Afrika bagian utara, selain juga tanaman pangan dan hias dari Cina, Jawa, Zansibar dsb. Tahun 1700 tanaman asal Table Bay sudah menjadi tanaman populer di Belanda, diantaranya bunga kala Zantedeschia aethiopica, Strelitzia (sejenis supit udang) Strelitzia reginae dan impatien (sejenis pacar air) Impatiens holstii. [Lihat 1772]
1651
Peraturan tertulis Inggris mewajibkan semua barang import dari negara-negara koloni dikirim melalui kapal Inggris.
1650
Orang Inggris mulai mengenal kopi. Dua puluh lima tahun kemudian (1675) di negeri ini terdapat lebih dari 3000 kedai kopi. (Simpson, 1989)
1650
Mulai 1650 hingga abad ke 20, wilayah karibia merupakan pusatnya tanaman tebu di dunia.
1648
Ubi jalar dibudidayakan di Virginia.
1647
Padi mulai dibudidayakan di Carolina. Sekarang ini California, Arkansas, Louisiana dan Texas merupakan negara bagian penghasil padi yang paling utama. (Heiser, 1981)
1636
Belanda menguasai Sri Langka dan memaksa penduduk di pulau tersebut untuk memasok kayu manis sesuai kuota sebagaimana yang dipraktekan oleh Portugis sebelumnya. (Rosengarten, 1969)
1635
Jardin des Plantes didirikan di Paris atas dasar perintah dari raja.
1634
Hingga tahun 1637 antusiasme para kolektor berhasil melambungkan nilai jual bunga tulip yang dibudidayakan. Namun, para penggila bunga tulip (Tulipomania) akhirnya menjadi korban jatuhnya pasaran bunga tersebut, bahkan hingga mempengaruhi ekonomi negeri Belanda secara umum.
1629
John Parkinson menerbitkan buku Paradisi in Sole Paradisus Terrestris.
1622
Penduduk asli Amerika membunuh sepertiga jumlah penduduk Virginia asal Eropa sebagai pembalasan kepada para imigran yang telah merampas kebun-kebun jagung milik orang Indian. (Root, 1980)
1621
Pesta thanksgiving diadakan pada pertengahan Oktober oleh masyarakat imigran di Plymouth sebagai ungkapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh masyarakat suku Massosit, dan sekaligus sebagai perayaan panen mereka yang pertama. (Milestones, Pen, 1974)
1612
Danau Beemster seluas 225 mil (362 km) persegi dengan kedalaman 13 kaki (4 meter) dikeringkan untuk dijadikan 17.000 hektar lahan subur pertanian. Proses pengeringan membutuhkan 43 kincir angin. Dalam kurun waktu seratus tahun sejak tahun 1550 hingga tahun 1650, Belanda medapatkan hampir 400,000 hektar lahan pertanian hasil reklamasi. (Ponting, 1991)