Buah Merah Perlu Diinventarisasi dan Diproteksi
Demas Wamaer (11/30/2005)

Buah merah adalah salah satu tanaman lokal Papua yang diduga merupakan tanamanendemik, karena tidak ditemui di daerah lain. Namun sampai saat ini buah merah belumdinyatakan sebagai tanaman yang perlu dilindungi. Hal ini di satu sisi dianggapmenguntungkan masyarakat asli Papua yang memiliki hutan dan dusun buah merahkarena telah ditemui melalui penelitian bahwa khasiat minyaknya dapat menyembuhkanberbagai penyakit, termasuk menekan perkembangan HIV pada pengidap AIDS.Sehingga masyarakat asli Papua yang memiliki hutan dan buah merah dapatmemperoleh pendapatan dan sekaligus hidup sehat dengan memanfaatkan hutan buahmerah yang mereka miliki.

Sampai saat ini harga minyak buah merah mernunjukkan trend semakin tinggi, tentukarena buah merah semakin langka sebagai bahan baku pembuatan minyak buah merahyang merupakan konsekuensi logis dari permintaannya yang semakin tinggi. Danharganya yang semakin tinggi komoditas minyak buah merah ini telah diproduksidalam jumlah cukup banyak dan telah merambah seluruh negeri ini, karena khasiatnyauntuk berbagai penyakit seperti kanker yang menakutkan banyak orang kaya dan AIDSyang tidak mengenal lapisan masyarakat.

Untuk mengetahui potensi, maka buah merah yang ada di Papua perlu diinventarisiroleh Dinas Kehutanan. Inventarisasi meliputi penyebaran hutan buah merah di berbagaiwilayah di Papua. Inventarisasi perlu dilakukan agar potensi produksi buah merahterjaga keberlanjutan dan pemanfaatannya bagi sebesar-besarnya kesejahteraan seluruhmasyarakat Indonesia dengan harga yang terjangkau. Terutama karena ini tanamanendemik, maka inventarisasi dilakukan supaya terkontrol pemanfaatannya.

Langkah antisipasi melalui inventaraisasi dan perlunya kebijakan yang diambilpemerintah daerah dan didukung pemerintah pusat untuk melindungi tanaman endemikseperti buah merah akan merupakan langkah yang sungguh bijaksana.

Dengan harapan bahwa manfaat sosial ekonomi buah merah tidak diterima secara sasaatsaja oleh para pelaku bisnis buah merah, tetapi kalau boleh secara berkelanjutan(sustainable). Buah merah ini untuk bisa diproduksi secara berkelanjutan, tidak ada hallain yang bisa dilakukan selain diproteksi (diawasi), dikonservasi (dilindungi), ataumungkin dimanfaatkan secara terbatas misalnya oleh lembaga farmasi yangrepresentatif.

Penulis dari BPTP Papua

Plantamor adalah situs pribadi yang didedikasikan sebagai tempat berbagi informasi yang berkaitan dengan pengenalan berbagai jenis tumbuhan mulai dari nama-namanya, tampilannya, keindahannya, tempat tumbuhnya, hingga hubungan kekerabatan mereka antara satu dengan lainnya. Selain itu, Plantamor juga menyediakan berbagai informasi tambahan yang relevan dengan dunia tumbuhan termasuk di antaranya peraturan perundangan, peta online kawasan konservasi, artikel dan peristiwa sejarah terkait tumbuhan, dan sarana virtual untuk melihat tampilan fisik berbagai jenis tumbuhan di lokasi nyata di berbagai sudut dunia.

Nama-nama ilmiah dan taksa yang tersimpan di dalam database Plantamor adalah kumpulan dari berbagai sumber, terutama USDA (US Department of Agriculture). Buku utama yang paling sering kami jadikan acuan adalah Tropica; Color Cyclopedia of Exotic Plants and Trees hasil karya Alferd Byrd Graf. Nama-nama ilmiah dan nama-nama umum dalam bahasa Inggris hampir bisa dipastikan berasal dari kedua sumber utama tersebut. Adapun nama-nama umum dalam berbagai bahasa di Asia Tenggara banyak kami ambil dari buku-buku terbitan PROSEA (Plant Resources of South-East Asia). Tentu saja, kami juga tetap selalu mencari dan menggunakan sumber-sumber pengetahuan lain, termasuk pengetahuan dan pengalaman pribadi, jika dirasa masih diperlukan untuk verifikasi dan tambahan informasi.

Terima kasih anda telah mengunjungi kami. Jika ada saran dan koreksi, silakan anda sampaikan melalui plantamor dot com dengan nama akun muslihudin. Kami akan menerimanya dengan senang hati.



Terima kasih,
Cak Mus