Pohon pun Ternyata Bisa Menangis
(12/04/2005)

JIKA kita ditimpa kemalangan atau musibah, tentu saja kita akan merasa sedih, bahkan sampai menangis. Sama halnya dengan manusia sebagai makhluk hidup, ternyata pohon pun bisa menangis. Salah satu pohon yang dapat menangis itu bernama pohon Dillenia. Orang Sunda menyebutnya dengan pohon Simpur atau Sempur, sedangkan orang Jawa menamakannya pohon Junti. Tanaman ini termasuk jenis kayu dari keluarga dilleniaceae.

Jenis pohon ini tidak seperti pohon Mahoni atau pohon Pinus, yang asal muasalnya diketahui dari negara lain. Pohon Simpur ini berasal dari Indonesia. Kemudian para ahli memberinya nama Dillenia aurea atau Dillenia spigata dan lain-lain untuk sebutan pohon ini, sedangkan yang berbeda hanya spesiesnya.

Pohon ini memiliki tinggi mencapai 27 meter, dengan diameter batang 70 cm. Bagian kayunya memang tidak begitu kuat, satu tingkat di bawah pohon Jati. Tumbuh pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, dan agak jarang terdapat. Sebagaimana halnya pada jenis pohon-pohon lain, keluarga pohon Dillenia ini memiliki sifat-sifat tersendiri yang menyebabkan pohon ini dikelompokkan dalam satu famili. Karena sifat-sifat yang khas inilah menyebabkan pohon jenis ini bisa menangis.

Pada dasarnya, kayu Dillenia ini mempunyai serat-serat memanjang yang tidak putus-putus dari bawah sampai ke ujung batang, dan memiliki dinding-dinding serat yang sedikit alot. Adanya pengisapan zat-zat makanan dari daun yang cukup kuat, serta tekanan dari akar yang relatif sangat kuat juga, menyebabkan tekanan udara di dalam serat-serat (berupa pembuluh-pembuluh) tadi menjadi lebih besar daripada tekanan udara di sekitarnya. Sedangkan mengenai penyebab tekanan udara yang lebih besar ini pun sampai sekarang pendapat para ahli masih berbeda-beda. Tetapi yang jelas begitulah adanya.

Jika cuaca agak panas, maka tekanan udara ini akan lebih besar lagi, hal ini akan menyebabkan tekanan udara di sekitarnya agak berkurang. Jika suatu saat pohon ini dilukai, dengan cara ditebang atau dicongkel-congkel dengan pisau, maka pembuluh-pembuluh (di dalam serat-serat) tadi akan terluka, dan putus-putus. Akibatnya udara di dalam batang akan menekan keluar. Tetapi, karena lubang-lubang pembuluhnya berukuran sangat sempit, maka menyebabkan timbulnya bunyi mendesis yang terus- menerus, sampai tekanan udara di dalam kayu sama dengan tekanan udara di luar. Itulah sebabnya bunyi mendesis inilah yang kedengaran ke telinga kita seperti orang yang sedang menangis.

Kita dapat mencobanya dengan mengiris pohon ini melintang dari batang sampai sepanjang kurang lebih 2,5-3 cm, dan tidak perlu terlalu dalam, cukup satu cm saja. Kemudian, tempelkan telinga kita dekat-dekat pada bagian batang yang terluka tadi. Tentu akan terdengar suara menangis dari pohon ini. Dan, sering kali suara tangisan ini disusul dengan keluarnya cairan berwarna agak kemerah-merahan dari bekas luka pada bagian batang yang diiris tadi. Itulah yang diibaratkan sebagai darahnya. Kemudian kita bandingkan kejadian ini jika kita mematahkan batang tebu atau mengunyahnya dan mengisapnya. Maka akan terdengar juga sedikit suara mendesis atau mendesah. Tetapi yang keluar bukan udara, melainkan air tebu yang rasanya manis. (tadinur/dari berbagai sumber)***


Selamat datang di Plantamor. Situs ini kami kembangkan sebagai ajang untuk berbagi informasi mengenai tumbuhan mulai dari nama ilmiahnya, nama umumnya, kekerabatannya, hingga penampakannya. Selain itu, di situs ini kami juga berbagi infomasi mengenai berbagai hal yang relevan dengan dunia tumbuhan. Melalui peta online kami juga menyediakan sarana untuk melihat secara virtual penampakan berbagai jenis tumbuhan di lokasi nyata tempat tumbuhnya.

Informasi tentang nama-nama tumbuhan di situs ini dikumpulkan dari berbagai sumber. Untuk nama-nama ilmiah dan taksanya sebagian besar kami merujuk ke situs tumbuhan milik USDA (US Department of Agriculture). Sumber lain yang paling sering kami jadikan rujukan adalah buku "Tropica; Color Cyclopedia of Exotic Plants and Trees" hasil karya Alferd Byrd Graf. Nama-nama ilmiah dan nama-nama umum tumbuhan dalam bahasa Inggris di situs ini hampir bisa dipastikan berasal dari dua sumber utama tersebut. Adapun nama-nama umum dalam berbagai bahasa di Asia Tenggara banyak kami ambil dari buku-buku terbitan PROSEA (Plant Resources of South-East Asia). Kami juga mengacu ke sumber-sumber lain jika dirasa masih diperlukan untuk verifikasi dan tambahan informasi.

Terima kasih Anda telah mengunjungi situs kami. Situs ini merupakan kreasi pribadi yang sama sekali tidak memiliki kaitan dengan institusi manapun. Karena itu kami sangat senang apabila Anda bersedia menyumbangkan kritik atau saran untuk meningkatkan manfaat dan perbaikan yang berkelanjutan dari situs ini. Kami dapat dihubungi melalui alamat email di muslihudin dot c at gmail dot com.



Terima kasih,
Cak Mus