Getah Beracun Antijamur
Tjandra Dewi (04/20/2007)

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Tumbuhan famili Anacardiaceae, yang sering dimanfaatkan kayunya, ini terkenal karena getahnya amat beracun. Bila terkena kulit, getah rengas bisa menyebabkan iritasi berat, bahkan bisa melumpuhkan manusia. Racun dari getah ini juga kerap digunakan untuk berburu binatang.

Meski bersifat iritan, getah rengas punya khasiat untuk membasmi jamur. Beberapa penelitian menyebutkan rengas mengandung senyawa ursiol, rengol, glutarengol, laccol, dan thitsiol. Sedangkan kayunya punya senyawa golongan steroid, lipid, benzenoid, dan flavonoid.

Studi pendahuluan yang dilakukan Irawan dan dua rekannya dari Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur, menunjukkan pohon yang tumbuh di Sumatera dan Kalimantan ini punya aktivitas antijamur yang kuat. "Pohon ini termasuk dalam daftar tumbuhan yang akan kami uji," kata anggota Japan Pharmaceutical Society itu. "Kami belum mengisolasi bahan aktifnya karena baru mengisolasi senyawa dari angsana, belangeran, dan laban."

Irawan menyatakan, walaupun getah rengas beracun, senyawa aktifnya bisa dimanfaatkan manusia dengan aman. "Kadang ekstraknya beracun, tapi senyawa aktif yang terdapat di dalamnya tidak memiliki efek yang sama," kata ahli kimia kayu itu.

tjandra

Plantamor adalah tempat berbagi informasi yang berkaitan dengan pengenalan berbagai jenis tumbuhan, mulai dari namanya, tampilannya, keindahannya, tempat tumbuhnya, hingga hubungan kekerabatan mereka antara satu dengan lainnya. Selain itu, Plantamor juga menyediakan berbagai informasi tambahan yang relevan dengan dunia tumbuhan termasuk menyediakan sarana untuk melihat secara virtual tampilan mereka di lokasi nyata tempat tumbuhnya.

Nama-nama ilmiah dan taksa yang tersimpan di dalam catatan Plantamor adalah kumpulan dari berbagai sumber, terutama USDA. Buku utama yang paling sering kami jadikan acuan adalah Tropica; Color Cyclopedia of Exotic Plants and Trees hasil karya Alferd Byrd Graf. Nama-nama ilmiah dan umum dalam bahasa Inggris hampir bisa dipastikan berasal dari kedua sumber utama tersebut. Adapun nama-nama umum dalam berbagai bahasa di Asia Tenggara banyak kami ambil dari buku-buku terbitan PROSEA, Plant Resources of South-East Asia merupakan salah satunya. Tentu saja, kami juga tetap selalu mencari sumber lain jika masih diperlukan untuk verifikasi.

Terima kasih anda telah mengunjungi kami. Jika ada saran dan koreksi, silakan anda sampaikan melalui plantamor dot com dengan nama akun muslihudin. Kami akan menerimanya dengan senang hati.



Terima kasih,
Cak Mus