Proyek Taksonomi Global Tembus Angka Sejuta Spesies
Deddy Sinaga (04/10/2007)

TEMPO Interaktif, WASHINGTON:
Proyek penyusunan taksonomi keseluruhan spesies yang hidup di bumi telah melewati angka satu juta, atau persisnya 1.009.000 spesies. Jumlah itu dicapai setelah enam tahun proyek tersebut digelar oleh sekitar 3.000 ahli biologi dari seluruh dunia.

Proyek yang dipimpin oleh Profesor Thomas Orrell, ahli biologi dari Museum Sejarah Alam Nasional Amerika Serikat, direncanakan tuntas pada 2011. Targetnya adalah 1,75 juta spesies, walaupun diduga sesungguhnya ada delapan hingga 12 juta organisma yang hidup di bumi ini.

Orrell mengatakan katalog yang pertama di dunia itu akan menyusun data organisma hidup, mulai dari tumbuhan dan hewan sampai ke jamur dan mikroorganisma seperti bakteri, protozoa, dan virus. Daftar itu tak termasuk fosil spesies dari masa lalu.

"Banyak yang tersadar bahwa selama dua abad para ahli biologi dan mereka yang tertarik pada keanekaragaman hayati bekerja, belum ada katalog yang menyeluruh tentang semua spesies yang hidup di bumi," kata Orrell.

Sistem Informasi Taksonomi Terintegrasi-Katalog Kehidupan Spesies 2000 itu pada dasarnya adalah sebuah program yang menyediakan akses data yang disusun oleh bermacam organisasi keilmuan, masing-masing oleh ahlinya.

Professor Frank Bisby dari Universitas Reading mengatakan ribuan spesies baru telah ditemukan setiap tahun. Diperkirakan, rata-rata 100 tipe ikan baru, 2.000 tanaman berbunga, dan ribuan serangga baru diidentifikasi saban tahun.

Namun, spesies mamalia memang agak jarang, walaupun beberapa tahun terakhir, domba terkecil di dunia dan gajah baru ditemukan, bersama dengan tiga kategori ikan paus dan dua subspesies lemur.

Bisby mengatakan betapa pentingnya katalog itu. "Untuk memahami betapa cepat kita kehilangan spesies dari planet, kita perlu mengetahui seberapa banyak mereka, dan belum pernah ada yang melakukannya,? katanya.

Katalog itu, kata Bisby, seperti buku telepon yang berisi daftar semua organisma dan dimana mereka ditemukan. Ini sejajar dengan proyek genom manusia di seluruh bumi.?

Ilmu taksonomi sudah berumur 250 tahun, dipelopori oleh Carl Linnaeus, seorang ahli ilmu alam dari Swedia.

TECHNEWSWORLD | AP | DEDDY SINAGA