Jus Delima, Si Segar Penyehat Jantung
Yuga Pramita (09/23/2006)

Delima (Punica granatum) umumnya ditanam di dataran rendah. Tumbuh baik pada berbagai keadaan iklim, menghendaki tanah agak subur. Ukuran buahnya lebih kurang sebesar jeruk atau apel, dengan kulit keras warna merah gelap atau kecoklatan.

Bijinya (sebuah delima rata-rata berisi sekitar 800 biji) yang biasa dimakan "diselimuti" cairan tembus cahaya, berada dalam suatu selaput putih seperti spons berasa pahit.

Di beberapa negara Timur Tengah, selama berabad-abad, delima?yang asal katanya dari bahasa Perancis; pome garnete, berarti "apel berbiji"?telah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional, di samping tentunya jadi bahan sajian yang menyegarkan. Demikian halnya di negeri kita.



Konon, kulit akarnya yang banyak menyimpan senyawa-senyawa alkaloid, antara lain pelletierin, bisa digunakan sebagai obat

cacing. Sementara tumbukan buah atau seduhannya berguna untuk menghentikan mencret atau disentri. Lalu, air rebusan bunganya

bisa dijadikan alternatif pereda sakit gigi.

Selain alkaloid, dalam kulit akar, kulit batang dan buah, terutama

bagian kulitnya, terkandung zat penyamak yang berkhasiat mengecilkan pori-pori, antiseptik, dan hemostatik yang baik untuk

keputihan. Disebutkan Anorital dan Yuningprapti (1995), kulit buah delima termasuk golongan slightly toxic dan mempunyai daya

antibakteri terhadap Salmonella typhi.

Akan tetapi, kemampuan delima rupanya bukan cuma itu. Khusus yang berkaitan

dengan hasil olah buahnya, setelah dibuat jus?hasil penelitian belakangan, meski masih sebatas pada binatang percobaan?

membuktikan kehebatan lainnya.

Dr Claudio Napoli, profesor of medicine and clinical pathology di the University of

Naples School of Medicine, Italia, bersama koleganya, melalui percobaan pada tikus, membuktikan, jus buah ini dapat diandalkan

guna mencegah penumpukan lemak sepanjang dinding arteri. Artinya, jus buah ini sanggup mencegah penyakit jantung.

Disebutkannya, sel jantung tikus yang dicekoki jus delima meningkat 50 persen produksi nitrogen oksida (nitric oxide/NO)-nya,

dan tereduksi perkembangan plaknya hingga sekitar 30 persen (http://www.yahoo.com).

Tinggi antioksidan




Banyak orang menyangka bahwa penebalan dan penyempitan dinding arteri koroner, yang merupakan penyebab utama serangan

jantung, dipicu oleh asupan LDL kolesterol yang berlebihan. Padahal, menurut Cooper?penulis Antioxidant Revolution?kejadian

tersebut belum tentu terjadi andai tidak ada pemicu lain. Sebutlah radikal bebas, yang diaktifkan oleh berbagai faktor,

termasuk asap rokok, pencemaran udara, dan olahraga yang berlebihan.

Radikal bebas akan mengoksidasi partikel LDL

kolesterol dan membuatnya rusak. Sel-sel darah putih (makrofag) di dalam dinding arteri akan berupaya menghilangkan partikel

LDL yang sudah rusak dengan cara "memakannya sampai habis".

Sayangnya, setelah proses tersebut, sel makrofag tidak

dapat melepaskan diri dari bagian kolesterol LDL. Sel-sel bengkak yang dihasilkan, disebut sel-sel busa, selanjutnya menempel pada dinding pembuluh arteri, membentuk plak dan menyebabkan penyempitan. Hingga pada akhirnya terjadilah penyakit kardiovaskuler yang parah dan mungkin pula serangan jantung.

Sebetulnya ada upaya yang bisa dilakukan supaya plak tidak telanjur menjadi "keras", yaitu dengan mengasupkan antioksidan. Antioksidan akan melindungi LDL kolesterol hingga tak teroksidasi oleh radikal bebas. Makrofag selanjutnya tak perlu repot-repot "memakan" partikel teroksidasi, dan dinding arteri otomatis akan bersih dari sel-sel busa yang menempelinya.

Delima kaya akan antioksidan, bahkan paling tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain yang telah diuji (lihat tabel). Dengan demikian, buah ini bisa diandalkan guna menangkis serangan radikal bebas. Maka, tak perlu heran jika tikus-tikus yang dicekoki jus delima memiliki dinding arteri yang sehat, hingga terjauhkan dari serangan jantung yang mungkin menyerang.

Namun, bukan karena kandungan oksidannya saja serangan jantung bisa dicegah. Kehebatan delima dalam mendongkrak NO patut diperhitungkan pula.

Dalam kaitan dengan kesehatan jantung, NO, si molekul imut-imut yang disintesis oleh sel endotel ini, akan bertindak sebagai relaksan (endothelium-derived relaxing factor/EDRF), pengatur tonus otot polos. Banyak preparat vasodilator yang digunakan secara luas dalam perawatan angina pektoris, seperti nitrogliserin, bekerja dengan meningkatkan pembentukan senyawa ini.

Membuat jus delima
Walau banyak pakar yang mengomentari hasil tersebut dengan kalimat, "masih terlalu dini untuk disimpulkan", hingga belum berani menganjurkan untuk dijagokan guna mencegah penyakit jantung, tak sedikit pula ternyata yang optimis dengannya.

Lepas dari semua itu, satu hal yang layak dicatat, hingga saat ini belum ada satu pun laporan yang menyebutkan efek negatif mengonsumsi jus delima. Kecuali "pecahan" bijinya, yang disebut Lee dan Watson (1998), dapat menyebabkan iritasi dan memicu terjadinya kanker esofagus. Dengan kata lain, Anda dapat menikmati jus delima?tanpa campuran "pecahan" bijinya?kapan pun Anda suka dalam rangka menikmati rasanya yang manis menyegarkan.

Selain diminum langsung, jus delima bisa pula "disulap" menjadi selai, saus, atau sirup. Cara membuatnya terbilang gampang. Tempatkan biji delima yang berselimut cairan bening dalam food processor atau blender dan proses hingga jus terbentuk.

Pisahkan bijian dengan ayakan rapat atau kain kasa?secara umum, sebuah delima ukuran sedang bisa menghasilkan sampai sekitar tiga perempat cangkir biji atau setengah cangkir sari buah.

Jika sudah berbentuk jus, supaya bisa disimpan lama, bekukan serta simpan jus dalam wadah kedap udara. Dengan cara ini, jus delima dapat tahan hingga jangka waktu sekitar enam bulan.

Yuga Pramita
Mahasiswa FKM Universitas Diponegoro, Semarang


Selamat datang di Plantamor. Situs ini kami kembangkan sebagai ajang untuk berbagi informasi mengenai tumbuhan mulai dari nama ilmiahnya, nama umumnya, kekerabatannya, hingga penampakannya. Selain itu, di situs ini kami juga berbagi infomasi mengenai berbagai hal yang relevan dengan dunia tumbuhan. Melalui peta online kami juga menyediakan sarana untuk melihat secara virtual penampakan berbagai jenis tumbuhan di lokasi nyata tempat tumbuhnya.

Informasi tentang nama-nama tumbuhan di situs ini dikumpulkan dari berbagai sumber. Untuk nama-nama ilmiah dan taksanya sebagian besar kami merujuk ke situs tumbuhan milik USDA (US Department of Agriculture). Sumber lain yang paling sering kami jadikan rujukan adalah buku "Tropica; Color Cyclopedia of Exotic Plants and Trees" hasil karya Alferd Byrd Graf. Nama-nama ilmiah dan nama-nama umum tumbuhan dalam bahasa Inggris di situs ini hampir bisa dipastikan berasal dari dua sumber utama tersebut. Adapun nama-nama umum dalam berbagai bahasa di Asia Tenggara banyak kami ambil dari buku-buku terbitan PROSEA (Plant Resources of South-East Asia). Kami juga mengacu ke sumber-sumber lain jika dirasa masih diperlukan untuk verifikasi dan tambahan informasi.

Terima kasih Anda telah mengunjungi situs kami. Situs ini merupakan kreasi pribadi yang sama sekali tidak memiliki kaitan dengan institusi manapun. Karena itu kami sangat senang apabila Anda bersedia menyumbangkan kritik atau saran untuk meningkatkan manfaat dan perbaikan yang berkelanjutan dari situs ini. Kami dapat dihubungi melalui alamat email di muslihudin dot c at gmail dot com.



Terima kasih,
Cak Mus