Ditemukan 37 Jenis Satwa dan Tumbuhan Baru Papua
Tjandra Dewi (02/07/2006)

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Paling sedikit ditemukan 37 jenis satwa dan tumbuhan baru di Pegunungan Foja, Mamberamo, Papua. Hasil sementara Ekspedisi Mamberamo-Foja ini antara lain 20 spesies baru katak, dua jenis burung, lima jenis kupu-kupu dan 10 spesies tumbuhan, yaitu lima jenis palem dan lima tumbuhan berkayu.

Ekspedisi yang mengeksplorasi satwa dan tumbuhan di pegunungan terpencil ini dilakukan tim gabungan antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, lembaga Conservation International Indonesia, Universitas Cenderawasih dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Papua I. Ekspedisi ini berlangsung sebulan, mulai 9 November-9 Desember 2005.

Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI Dedy Darnaedi menyatakan penemuan jenis satwa dan tumbuhan baru ini akan memperkaya posisi keanekaragaman hayati Indonesia di dunia."Kedudukan Indonesia yang semula di bawah Brazil bisa menjadi nomor satu di bidang keanekaragaman hayati," ujarnya. Dedy mengusulkan agar Papua dijadikan sebagai kawasan konservasi dunia karena banyaknya satwa dan tumbuhan endemiknya.

Peneliti Utama LIPI Johanis P. Mogea menyatakan dalam survei ini, tim flora menemukan 24 jenis Palmae di pegunungan yang terpisah dari pegunungan pusat Mamberamo. Lima diantaranya adalah jenis baru, yaitu satu jenis Pholidocarpus, dua jenis rotan dan dua jenis palem Licuala.

"Ini catatan pertama penemuan marga Pholidocarpus di New Guinea karena selama ini hanya dilaporkan di Thailand, Malaysia, Kalimantan, Maluku dan Sulawesi," kata Mogea dalam jumpa pers di LIPI hari ini. "Tapi ini baru hasil sementara, nanti jumlahnya bisa bertambah setelah diperdalam".

Peneliti Australia, Stephen Richards menyatakan pegunungan Foja bisa digolongkan salah satu lokasi terkaya yang menyimpan koleksi jenis amfibi dan reptil di kawasan Asia Pasifik. Salah satu jenis katak baru yang ditemukan berasal dari famili microhylid yang berukuran 14 mm, sebesar kuku jari orang dewasa.

"Hanya dalam sebulan kami berhasil mengumpulkan 60 jenis amfibi, paling sedikit 20 jenis diantaranya adalah spesies baru," kata peneliti dari South Australia Museum, Adelaide.

Belum lagi jenis burung pengisap madu dari famili Meliphagidae yang belum pernah ditemukan selama ini. Hal ini amat menggembirakan, karena pertamakalinya sejak 70 tahun lalu ditemukan lagi spesies baru burung di pulau Papua. Tim burung juga berhasil menemukan burung Cenderawasih Parotia (Parotia berlepschi) yang kemungkinan akan diusulkan sebagai spesies tersendiri karena keterbatasan habitat dan penyebaran sebelumnya.

"Kami akan mendeskripsikannya dan mempublikasikannya dalam waktu dekat di jurnal internasional," kata Dewi M. Prawiradilaga dari Pusat Penelitian Biologi LIPI.

Sementara tim kupu-kupu berhasil mengumpulkan 170 jenis serangga itu, lima di antaranya spesies baru. Ahli kupu-lupu Papua, Bruder Henk mengatakan belum pernah mengoleksi begitu banyak spesies baru dalam waktu singkat di satu lokasi saja.

Tjandra Dewi