Kedoya, Nyaris Tinggal Nama
(11/14/2001)

MENDENGAR nama Kedoya maka orang akan teringat sebuah kecamatan di wilayah Jakarta Barat. Padahal sebenarnya kedoya adalah nama pohon yang di mancanegara populer dengan nama ivory mahagony. Golongan suku Meliaceae (duku-dukuan) ini punya nama latin yang cukup panjang dan sulit, Dysoxylum gaudichaudianum.

Berasal dari Australia, pohon kedoya sendiri kini sulit dijumpai di kawasan Jakarta Barat. Konon, di kawasan itu tumbuh banyak sekali pohon kedoya. Namun akibat pelebaran wilayah perumahan dan pertambahan penduduk, pohon yang daunnya majemuk menyirip ini ditebangi sampai habis.

Kedoya biasa tumbuh di daerah panas berkapur. Secara alami jenis ini biasa tumbuh di daerah hutan jati atau hutan kayu putih.

Tinggi pohon antara 25 sampai 45 meter dan memiliki buah berwarna kuning kecil-kecil terkumpul dalam malai ganda. Dengan buah berbentuk bulat yang warnanya cokelat kekuningan, kayu kedoya terlalu lunak untuk dijadikan bahan material pembuat perabotan. Biasanya kayu ini masih bisa digunakan sebagai bahan kotak atau batang korek api, tusuk gigi atau papan perahu. Berhubung jenis kayunya yang tak bisa awet, hanya berupa kayu gubal tanpa teras.

Bagian pepagan (kulit jaringan kayu) pohon ini mempunyai bau menusuk dan memuakkan yang menimbulkan rasa mual, sehingga orang bisa muntah-muntah.Dulu masih sering ditemukan di daerah Jawa atau kepulauan dekat Krakatau. Tetapi kini pohon kedoya nyaris tinggal nama.

(berbagai sumber/mer)

Plantamor adalah situs pribadi yang didedikasikan sebagai tempat berbagi informasi yang berkaitan dengan pengenalan berbagai jenis tumbuhan mulai dari nama-namanya, tampilannya, keindahannya, tempat tumbuhnya, hingga hubungan kekerabatan mereka antara satu dengan lainnya. Selain itu, Plantamor juga menyediakan berbagai informasi tambahan yang relevan dengan dunia tumbuhan termasuk di antaranya peraturan perundangan, peta online kawasan konservasi, artikel dan peristiwa sejarah terkait tumbuhan, dan sarana virtual untuk melihat tampilan fisik berbagai jenis tumbuhan di lokasi nyata di berbagai sudut dunia.

Nama-nama ilmiah dan taksa yang tersimpan di dalam database Plantamor adalah kumpulan dari berbagai sumber, terutama USDA (US Department of Agriculture). Buku utama yang paling sering kami jadikan acuan adalah Tropica; Color Cyclopedia of Exotic Plants and Trees hasil karya Alferd Byrd Graf. Nama-nama ilmiah dan nama-nama umum dalam bahasa Inggris hampir bisa dipastikan berasal dari kedua sumber utama tersebut. Adapun nama-nama umum dalam berbagai bahasa di Asia Tenggara banyak kami ambil dari buku-buku terbitan PROSEA (Plant Resources of South-East Asia). Tentu saja, kami juga tetap selalu mencari dan menggunakan sumber-sumber pengetahuan lain, termasuk pengetahuan dan pengalaman pribadi, jika dirasa masih diperlukan untuk verifikasi dan tambahan informasi.

Terima kasih anda telah mengunjungi kami. Jika ada saran dan koreksi, silakan anda sampaikan melalui plantamor dot com dengan nama akun muslihudin. Kami akan menerimanya dengan senang hati.



Terima kasih,
Cak Mus