Sikas Afrika/Encephalartos (Bag. 1) - Selayang Pandang
TanamanLangka.com (12/23/2010)
Sikas merupakan tanaman yang tergolong purba karena telah ada sejak zaman Mesozoic, yakni zaman dimana dinosaurus mulai hidup dan menguasai bumi. Tanaman ini tergolong tanaman yang cukup bandel yang budidayanya cukup mudah dan tidak memerlukan perawaratan yang intensif seperti hal nya tanaman hias lainnya. Secara umum masyarakat kita cukup mengenal tanaman sikas seperti sikas rumpii maupun revoluta. Namun sikas Afrika atau yang lazim di kenal dengan nama Encephalartos rasanya masih kurang begitu dikenal. Hal ini disebabkan antara lain :1. Semua sikas Afrika/encephalartos tergolong dalam Apendix I dan merupakan tanaman endemic (dilindungi) Afrika sehingga diperlukan ijin khusus (CITES) yang di keluarkan oleh pemerintah setempat bagi nursery yang ingin mengekespor tanaman tersebut. CITES sendiri hanya akan diberikan bagi nursery di Afrika yang terbukti telah dapat melakukan artificial polination terhadap tanaman dan species yang ingin diperdagangkan. Artinya, tanaman diperbolehkan untuk di perdagangkan hanyalah tanaman yang berasal dari bibit (seed) yang diperoleh dari hasil polinasi di nursery yang bersangkutan.2. Tidak mudahnya mendapatkan species/sub species encephalartos yang makin hari makin susah di peroleh sehingga dari sisi harga Encephalartos tergolong cukup mahal untuk ukuran sebuah tanaman hias, sehingga hanya nursery-nursery tertentu saja yang rela menginvestasikan dana yang tidak kecil untuk pengadaan species / sub species di nursery mereka.Hingga saat ini, terdapat +/- 63 species encephalartos yang telah berhasil diidentifikasi, dan 4 diantaranya telah di nyatakan punah dari alam habitatnya (Extinct in Wild) yakni E. Woodii, E. Relictus, E. Brevifoliolatus dan E. Nubimontanus, sedangkan puluhan lainnya telah masuk dalam kategori Critical Endangered yang artinya bila tanpa pengawasan ketat maka niscaya akan turut pula mengikuti pendahulunya.

Plantamor adalah situs pribadi yang didedikasikan sebagai tempat berbagi informasi yang berkaitan dengan pengenalan berbagai jenis tumbuhan mulai dari nama-namanya, tampilannya, keindahannya, tempat tumbuhnya, hingga hubungan kekerabatan mereka antara satu dengan lainnya. Selain itu, Plantamor juga menyediakan berbagai informasi tambahan yang relevan dengan dunia tumbuhan termasuk di antaranya peraturan perundangan, peta online kawasan konservasi, artikel dan peristiwa sejarah terkait tumbuhan, dan sarana virtual untuk melihat tampilan fisik berbagai jenis tumbuhan di lokasi nyata di berbagai sudut dunia.

Nama-nama ilmiah dan taksa yang tersimpan di dalam database Plantamor adalah kumpulan dari berbagai sumber, terutama USDA (US Department of Agriculture). Buku utama yang paling sering kami jadikan acuan adalah Tropica; Color Cyclopedia of Exotic Plants and Trees hasil karya Alferd Byrd Graf. Nama-nama ilmiah dan nama-nama umum dalam bahasa Inggris hampir bisa dipastikan berasal dari kedua sumber utama tersebut. Adapun nama-nama umum dalam berbagai bahasa di Asia Tenggara banyak kami ambil dari buku-buku terbitan PROSEA (Plant Resources of South-East Asia). Tentu saja, kami juga tetap selalu mencari dan menggunakan sumber-sumber pengetahuan lain, termasuk pengetahuan dan pengalaman pribadi, jika dirasa masih diperlukan untuk verifikasi dan tambahan informasi.

Terima kasih anda telah mengunjungi kami. Jika ada saran dan koreksi, silakan anda sampaikan melalui plantamor dot com dengan nama akun muslihudin. Kami akan menerimanya dengan senang hati.



Terima kasih,
Cak Mus