Sikas Afrika/Encephalartos (Bag. 2) - Layakkah Sebagai Investasi
TanamanLangka.com (12/26/2010)
Sudah menjadi hal yang lumrah bilamana sesuatu yang kita beli diharapkan nilainya tidak mengalami erosi atau bahkan menjadi sesuatu yang tidak bernilai sama sekali.Dalam dunia hobby khususnya tanaman hias banyak kolektor yang rela menghabiskan uangkan hingga ratusan juta rupiah untuk memburu jenis maupun species tanaman yang menjadi idamannya namun ujung-ujungnya menjadi kecewa karena mengetahui bahwa ternyata tanaman yang tadinya dibeli dengan harga jutaan hingga ratusan juta rupiah ternyata sekarang menjadi sangat murah atau bahkan tidak bernilai sama sekali sehingga menimbulkan trauma. Dari sudut pandang hukum ekonomi aturan supply dan demand selalu berlaku baik untuk jasa maupun barang/benda. Semakin susah barang tersebut didapatkan harga akan semakin melambung. Jadi dalam menyiasati hobby mengoleksi tanaman mahal agar apa yang kita beli tidak mengalami devaluasi nilai, pengetahuan akan seluk beluk tanaman menjadi sangat penting. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli tanaman hias yang mahal antara lain Apakah tanaman tersebut memiliki komunitas penggemarnya ? Apakah komunitas tersebut hanya berskala lokal, nasional atau cakupan internasional ? Apakah tanaman tersebut dari sisi supply termasuk tanaman yang mudah/sukar didapat saat ini maupun kedepannya ? Apakah ada faktor eksternal seperti peraturan pemerintah yang dapat mempengaruhi ketersediaan supply dari tanaman hias yang kita ingin miliki/koleksi ? Dengan mengetahui variable informasi tersebut diatas kita dapat menilai apakah suatu tanaman hias yang ditawarkan dengan harga tinggi memang layak atau tidak. Dari sekian banyak tanaman hias yang ada, Encephalartos termasuk tanaman yang tingkat pertumbuhannya relatif lambat dengan kisaran tingkat pertumbuhan 1cm-2cm per tahun. Encephalartos juga tidak bisa di kembangbiakkan dengan sistem stek batang seperti tanaman hias lainnya. Untuk mengembangbiakkan tanaman ini diperlukan dua tanaman induk dengan jenis kelamin berbeda yang telah menghasilkan cone untuk kemudian di buahi. Hasil dari pembuahan akan menghasilkan biji (seed) yang merupakan bibit. Selain dengan pembuahan dari dua jenis kelamin tanaman induk, encephalartos memperbanyak diri melalui sucker yang biasanya tumbuh dari tanaman induknya sendiri namun dengan jumlah yang relatif sedikit. Dari sisi peraturan pemerintah, Encephalartos adalah tanaman endemic Afrika Selatan yang mana semua speciesnya masuk dalam kategori Apendix I, artinya setiap usaha untuk memperjualbelikan tanaman ini diperlukan ijin khusus yang dikeluarkan oleh badan konservasi tanaman negara asal dan hanya diberikan ke nursery-nursery yang terbukti telah dapat melakukan polinasi terhadap tanaman tersebut. Peraturan tersebut di keluarkan guna mencegah punahnya tanaman tersebut sehubungan dengan tingginya permintaan yang berasal dari seluruh dunia. Jadi, dari beberapa faktor supply, demand dan regulasi, encephalartos dapat disimpulkan merupakan tanaman yang relatif tidak mudah diperoleh karena faktor kendala supply yang selain dikarenakan tingkat pertumbuhannya yang lambat, tingginya permintaan yang berasal dari seluruh dunia dan pembatasan supply dalam bentuk peraturan dari negara asal. Salah satu contoh konkret dari sisi investasi tanaman ini adalah Encephalartos Hirsutus yang merupakan salah satu TOP 5 rarest species yang mana saat ini harganya semakin melambung. Boleh percaya atau tidak bahwa saya sendiri sudah menghubungi beberapa supplier ternama di negara asal namun sampai saat ini permintaan saya terhadap species ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dipenuhi itupun selalu dengan harga yang semakin tinggi.

Plantamor adalah situs pribadi yang didedikasikan sebagai tempat berbagi informasi yang berkaitan dengan pengenalan berbagai jenis tumbuhan mulai dari nama-namanya, tampilannya, keindahannya, tempat tumbuhnya, hingga hubungan kekerabatan mereka antara satu dengan lainnya. Selain itu, Plantamor juga menyediakan berbagai informasi tambahan yang relevan dengan dunia tumbuhan termasuk di antaranya peraturan perundangan, peta online kawasan konservasi, artikel dan peristiwa sejarah terkait tumbuhan, dan sarana virtual untuk melihat tampilan fisik berbagai jenis tumbuhan di lokasi nyata di berbagai sudut dunia.

Nama-nama ilmiah dan taksa yang tersimpan di dalam database Plantamor adalah kumpulan dari berbagai sumber, terutama USDA (US Department of Agriculture). Buku utama yang paling sering kami jadikan acuan adalah Tropica; Color Cyclopedia of Exotic Plants and Trees hasil karya Alferd Byrd Graf. Nama-nama ilmiah dan nama-nama umum dalam bahasa Inggris hampir bisa dipastikan berasal dari kedua sumber utama tersebut. Adapun nama-nama umum dalam berbagai bahasa di Asia Tenggara banyak kami ambil dari buku-buku terbitan PROSEA (Plant Resources of South-East Asia). Tentu saja, kami juga tetap selalu mencari dan menggunakan sumber-sumber pengetahuan lain, termasuk pengetahuan dan pengalaman pribadi, jika dirasa masih diperlukan untuk verifikasi dan tambahan informasi.

Terima kasih anda telah mengunjungi kami. Jika ada saran dan koreksi, silakan anda sampaikan melalui plantamor dot com dengan nama akun muslihudin. Kami akan menerimanya dengan senang hati.



Terima kasih,
Cak Mus