Extinct in Wild Encephalartos - E. Woodii
TanamanLangka.com (12/26/2010)
Ditemukan pertama kali hanya terdapat tanaman berjenis kelamin jantan dengan beberapa sucker yang menempel di induk pohon. Dari sisa tanaman yang tersisa di dari alam, dan untuk mencegah tanaman tersebut di ambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, akhirnya tanaman tersebut di pindahkan ke Botanic Garden SA pada tahun 1916. Hingga saat ini belum pernah ditemukan lagi tanaman lainnya di alam sehingga secara resmi E. Woodii dinyatakan punah dari Alam. E. Woodii memiliki banyak kesamaan dengan E. Natalensis karena secara habitat keduanya hidup dan tumbuh di daerah yang sama/berdekatan (Kwazulu Natal) sehingga beberapa varian Natalensis ada yang sangat menyerupai Woodii. Walau demikian, ada beberapa ciri khas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi E. Woodii dari Natalensis yakni E. Woodii memiliki daun yang flexible (lentur sehingga bila daun di pelintir akan balik seperti semula dan tidak patah), selain itu bila terdapat pula drop tips diujung daun pada daun Woodii dewasa. Saat ini Woodii sangat diburu oleh kolektor kelas atas sebagai pelengkap koleksi species Encephalartos langka dan tentu saja diperlukan kocek yang cukup tebal untuk memilikinya.

Plantamor adalah situs pribadi yang didedikasikan sebagai tempat berbagi informasi yang berkaitan dengan pengenalan berbagai jenis tumbuhan mulai dari nama-namanya, tampilannya, keindahannya, tempat tumbuhnya, hingga hubungan kekerabatan mereka antara satu dengan lainnya. Selain itu, Plantamor juga menyediakan berbagai informasi tambahan yang relevan dengan dunia tumbuhan termasuk di antaranya peraturan perundangan, peta online kawasan konservasi, artikel dan peristiwa sejarah terkait tumbuhan, dan sarana virtual untuk melihat tampilan fisik berbagai jenis tumbuhan di lokasi nyata di berbagai sudut dunia.

Nama-nama ilmiah dan taksa yang tersimpan di dalam database Plantamor adalah kumpulan dari berbagai sumber, terutama USDA (US Department of Agriculture). Buku utama yang paling sering kami jadikan acuan adalah Tropica; Color Cyclopedia of Exotic Plants and Trees hasil karya Alferd Byrd Graf. Nama-nama ilmiah dan nama-nama umum dalam bahasa Inggris hampir bisa dipastikan berasal dari kedua sumber utama tersebut. Adapun nama-nama umum dalam berbagai bahasa di Asia Tenggara banyak kami ambil dari buku-buku terbitan PROSEA (Plant Resources of South-East Asia). Tentu saja, kami juga tetap selalu mencari dan menggunakan sumber-sumber pengetahuan lain, termasuk pengetahuan dan pengalaman pribadi, jika dirasa masih diperlukan untuk verifikasi dan tambahan informasi.

Terima kasih anda telah mengunjungi kami. Jika ada saran dan koreksi, silakan anda sampaikan melalui plantamor dot com dengan nama akun muslihudin. Kami akan menerimanya dengan senang hati.



Terima kasih,
Cak Mus