Zodia (Evodiaa suaveolens) Tanaman Pengusir Nyamuk
Agus Kardinan (06/23/2004)

Zodia merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari daerah Irian (Papua). Olehpenduduk setempat tanaman ini biasa digunakan untuk menghalau serangga, khususnyanyamuk apabila hendak pergi kehutan, yaitu dengan cara menggosokkan daunnya kekulit.

Selain itu, tanaman yang mempunyai tinggi antara 50 cm hingga 200 cm (rata-rata 75cm), dipercaya mampu mengusir nyamuk dan serangga lainnya dari sekitar tanaman.Oleh sebab itu tanaman ini, sering ditanamam dipekarangan atupun di pot untukmenghalau nyamuk. Aroma yang dikeluarkan oleh tanaman Zodia cukup wangi.Biasanya tanaman itu mengeluarkan aroma apabila tanaman tergoyah oleh tiupan anginsehingga di antara daunnya saling menggosok, maka keluarlah aroma yang wangi.

Saat ini sebagian masyarakat menyimpan tanaman zodia pada pot di dalam ruangan,sehingga selain memberikan aroma yang khas, juga aromanya dapat menghalau nyamukdari ruangan. Namun demikian tidak berarti bahwa nantinya di dalam ruangan terdapatbeberapa bangkai nyamuk sebagai akibaat dari tanaman ini, nyamuk hanya terusir karenatidak menyukai aroma dari tanaman ini. Penyimpanan tanaman juga sering diletakkan disekitar tempat angin masuk ke dalam ruangan, nyamuk yang hendak masukpun terhalau.

Hasil Uji
Zodia (Evodia suaveolens) yang termasuk ke dalam keluarga Rutaceae, dikatakanmengandung evodiamine dan rutaecarpine. Dari beberapa literatur, tanaman inibermanfaat sebagai anti-kanker. Menurut hasil analisa yang dilakukan di BalaiPenelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dengan gas kromatografi, minyak yangdisuling dari daun tanaman ini mengandung linalool (46%) dan a-pinene (13,26%) dimana linalool sudah sangat dikenal sebagai pengusir (repellent) nyamuk.

Dari pengujian yang dilakukan penulis terhadap nyamuk demam berdarah (Aedesaegypti) yang sering membuat heboh masyarakat, yaitu dengan cara menggosokkan daunzodia ke lengan, lalu lengannya dimasukkan ke kotak yang berisi nyamuk demamberdarah dan dibandingkan dengan lengan yang tanpa digosok dengan daun zodia,menunjukkan bahwa daun zodia mampu menghalau nyamuk selama enam jam dengandaya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70%.

Selain itu, lengan yang digigit oleh nyamuk demam berdaarah akan cepat sembuh(bentol dan gatal) apabila digosok dengan daun zodia. Hal ini merupakan harapan baruuntuk menghalau serangan nyamuk demam berdarah di masa mendatang, yaitu dengangerakan kembali ke alam dengan memanfaatkan tanaman di sekitar kita untukmemerangi penyakit demam berdarah.

Cara Perbanyakan
Tanaman ini sangat mudah diperbanyak, yaitu melalui biji dan stek ranting. Biasanyaapabila kita sudah memiliki tanaman yang sudah berbunga dan berbiji, maka bijinyaakan jatuh dan tumbuh disekitar tanaman. Saat ini, harga bibit tanaman yang barutumbuh dapat mencapai Rp. 5.000 hingga Rp. 10.000 per pohonnya, tanaman dengantinggi sekitar 20 cm di dalam pot dapat mencapai harga Rp. 25.000 hingga Rp. 50.000per pohonnya, sedangkan tanaman yang sudah mulai berbunga dapat mencapai Rp.75.000 hingga Rp. 100.000, bahkan yang sudah berbiji dapat mencapai Rp. 150.000hingga Rp. 200.000. Memang harga tanaman ini masih mahal karena masih tergolonglangka dan bagi mereka para pengusaha tanaman, kesempatan ini merupakan inimerupakan peluang yang baik untuk berbisnis.

Penulis adalah Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Plantamor adalah situs pribadi yang didedikasikan sebagai tempat berbagi informasi yang berkaitan dengan pengenalan berbagai jenis tumbuhan mulai dari nama-namanya, tampilannya, keindahannya, tempat tumbuhnya, hingga hubungan kekerabatan mereka antara satu dengan lainnya. Selain itu, Plantamor juga menyediakan berbagai informasi tambahan yang relevan dengan dunia tumbuhan termasuk di antaranya peraturan perundangan, peta online kawasan konservasi, artikel dan peristiwa sejarah terkait tumbuhan, dan sarana virtual untuk melihat tampilan fisik berbagai jenis tumbuhan di lokasi nyata di berbagai sudut dunia.

Nama-nama ilmiah dan taksa yang tersimpan di dalam database Plantamor adalah kumpulan dari berbagai sumber, terutama USDA (US Department of Agriculture). Buku utama yang paling sering kami jadikan acuan adalah Tropica; Color Cyclopedia of Exotic Plants and Trees hasil karya Alferd Byrd Graf. Nama-nama ilmiah dan nama-nama umum dalam bahasa Inggris hampir bisa dipastikan berasal dari kedua sumber utama tersebut. Adapun nama-nama umum dalam berbagai bahasa di Asia Tenggara banyak kami ambil dari buku-buku terbitan PROSEA (Plant Resources of South-East Asia). Tentu saja, kami juga tetap selalu mencari dan menggunakan sumber-sumber pengetahuan lain, termasuk pengetahuan dan pengalaman pribadi, jika dirasa masih diperlukan untuk verifikasi dan tambahan informasi.

Terima kasih anda telah mengunjungi kami. Jika ada saran dan koreksi, silakan anda sampaikan melalui plantamor dot com dengan nama akun muslihudin. Kami akan menerimanya dengan senang hati.



Terima kasih,
Cak Mus