Jus Buah Ceri Lebih Baik daripada Minuman Isotonik
(06/22/2006)

Saat minuman isotonik banyak dikenal di pasaran mereka yang beraktivitas tinggi, termasuk atlet, tak lagi memilih air putih sebagai penghilang dahaga.

Dengan kandungan elektrolitnya, minuman isotonik lebih cepat menggantikan cairan tubuh yang hilang dibandingkan dengan air putih.

Bahkan, jika kita baca tulisan pada botol atau kaleng kemasan minuman itu, akan terbaca bahwa terdapat pula kandungan karbohidrat dan vitamin yang bisa mengembalikan energi dan memperbaiki ketahanan tubuh.

Namun, seberagam apa pun minuman isotonik yang telah menyebar di pasaran, kandungannya ternyata tak sebaik jus buah ceri. Jus ceri, bahkan, memiliki kandungan yang lebih dibutuhkan seorang atlet, yaitu untuk mencegah cedera otot saat beraktivitas.

Peneliti dari Universitas Vermont di Burlington, Amerika Serikat (AS), telah melakukan percobaan terhadap 14 orang mengenai manfaat jus ceri ini.

Ke-14 orang ini, kemudian, dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberi jus ceri yang dicampur dengan jus apel, sementara pada kelompok kedua peneliti memberi jus buah-buahan lain, tanpa dikombinasikan dengan jus ceri.

Setiap orang meminum jus ini sebanyak dua gelas sehari selama tujuh hari dalam dua tahap, yaitu tiga hari sebelum berolahraga dan empat hari berikutnya setelah olahraga. Hal ini, lalu, diulang pada pekan berikutnya.

Seperti dijelaskan dalam British Journal of Sports Medicine, meminum segelas jus ceri ini sama artinya dengan memakan 100-200 buah ceri.

Tiga hari setelah minum jus 14 orang yang menjadi objek eksperimen diharuskan berolahraga, yang lebih difokuskan pada kekuatan otot tangan. Angkat beban sebanyak 20 kali dilakukan hanya pada satu tangan.

Setelah dilakukan selama dua pekan, proses ini diulang dengan menukar perlakuan pada sampel. Mereka yang sebelumnya mengonsumsi jus ceri dan apel untuk dua pekan berikutnya diberi jus buah lain, dan sebaliknya.

Saat olahraga, beban diangkat dengan menggunakan tangan yang belum dilatih. Seperti eksperimen pertama, eksperimen tahap kedua ini juga dilakukan selama dua pekan.

Seusai percobaan dilakukan, peneliti mengidentifikasi rasa sakit yang terjadi pada otot lengan setiap orang, dengan menggunakan skala 1-10. Dari angka ini, peneliti kemudian dapat menganalisis kekuatan otot tangan setiap orang.

Diperoleh kesimpulan bahwa kekuatan otot tangan berkurang 22 persen, setelah berolahraga, pada mereka yang diberi jus buah tanpa ceri. Adapun mereka yang meminum jus ceri kekuatan otot hanya berkurang 4 persen.

Indeks rasa sakit pada mereka yang mengonsumsi jus ceri juga lebih rendah dibandingkan dengan yang meminum jus buah lainnya, yaitu 2,4 persen berbanding 3,2 persen. Selain hasil ini, pada mereka yang meminum jus ceri diketahui bahwa kekuatan ototnya bertambah secara perlahan setelah 96 jam.

Sebuah hasil penelitian dari Universitas Michigan menjelaskan bahwa ceri mengandung zat bernama anthocyanins. Selain menghasilkan warna merah pada ceri, anthocyanins ini juga yang berfungsi sebagai antioksidan.

Dijelaskan pula, anthocyanins ini memiliki efek yang lebih bagus dibandingkan dengan aspirin sebagai obat pencegah rasa sakit. Dengan kandungan ini pula, ceri dianalisis bisa menyembuhkan penyakit rematik.

Namun, seperti dikatakan Muralee Nair, ketua peneliti dari Universitas Michigan, ceri tak boleh diolah dalam suhu terlalu panas karena bisa menghilangkan anthocyanins yang dikandungnya. Selain itu, mereka yang memiliki masalah dengan pencernaan harus berhati-hati karena ceri juga mengandung zat asam yang juga tinggi. (iya)

Plantamor adalah situs pribadi yang didedikasikan sebagai tempat berbagi informasi yang berkaitan dengan pengenalan berbagai jenis tumbuhan mulai dari nama-namanya, tampilannya, keindahannya, tempat tumbuhnya, hingga hubungan kekerabatan mereka antara satu dengan lainnya. Selain itu, Plantamor juga menyediakan berbagai informasi tambahan yang relevan dengan dunia tumbuhan termasuk di antaranya peraturan perundangan, peta online kawasan konservasi, artikel dan peristiwa sejarah terkait tumbuhan, dan sarana virtual untuk melihat tampilan fisik berbagai jenis tumbuhan di lokasi nyata di berbagai sudut dunia.

Nama-nama ilmiah dan taksa yang tersimpan di dalam database Plantamor adalah kumpulan dari berbagai sumber, terutama USDA (US Department of Agriculture). Buku utama yang paling sering kami jadikan acuan adalah Tropica; Color Cyclopedia of Exotic Plants and Trees hasil karya Alferd Byrd Graf. Nama-nama ilmiah dan nama-nama umum dalam bahasa Inggris hampir bisa dipastikan berasal dari kedua sumber utama tersebut. Adapun nama-nama umum dalam berbagai bahasa di Asia Tenggara banyak kami ambil dari buku-buku terbitan PROSEA (Plant Resources of South-East Asia). Tentu saja, kami juga tetap selalu mencari dan menggunakan sumber-sumber pengetahuan lain, termasuk pengetahuan dan pengalaman pribadi, jika dirasa masih diperlukan untuk verifikasi dan tambahan informasi.

Terima kasih anda telah mengunjungi kami. Jika ada saran dan koreksi, silakan anda sampaikan melalui plantamor dot com dengan nama akun muslihudin. Kami akan menerimanya dengan senang hati.



Terima kasih,
Cak Mus