Mengatasi Berak Darah Dengan Patikan Kebo
Tarmudji dan M. Soleh (07/12/2006)

Ayam yang terserang berak darah (koksidiosis) menunjukkan gejala anemia. Akibatparasit ini selaput lendir (mukosa) usus ayam bisa rusak dan dapat menimbulkanpendarahan. Penyakit ini bisa diobati dengan patikan kebo (Euphorbia hirta L).Koksidiosis umumnya menyerang ayam muda, tetapi dapat juga ditemukan pada ayamdewasa. Biasanya penyakit ini berjalan akut. Ayam yang terserang menjadi lemas, pucat,bulu kusam, kurus dan tinjanya bercampur darah. Dan pada infeksi yang berat dapatterjadi kematian. Perubahan pascamati terbatas pada usus, mulai dari duo-denum (usus 12 jari) sampai ke kloaka. Namun kerusakan pada usus ini bervariasi, tergantung beratringannya infeksi dan spesies parasitnya.

Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk mengatasi berakdarah adalah patikan kebo (Euphorbia hirta L). Tanaman ini dapat ditemukan diberbagaidaerah di Indonesia yang mempunyai banyak nama. Antara lain: kukon-kukon, patikan(Jawa), kak sekak (Madura), daun biji kacang (Melayu), gelang susu, gendong anak(Jakarta), nanangkaan (Sunda), sosononga (Halmahera), isu ma bi (Ternate) dan isu gibi(Tidore).

Pemberian sedian patikan kebo, secara nyata mampu meningkatkan jumlah eritrosit,kadar hemoglobin dan nilai hematokrit, baik dalam bentuk sediaan perasaan, infusamaupun ekstraknya. Kesimpulan ini diperoleh dari hasil penelitian Balai PenelitianVeteriner. Dalam percobaan tersebut digunakan 24 ekor ayam pedaging jenis Hubbardyang dipelihara sejak umur satu hari hingga tiga minggu. Setelah itu, setiap ekor ayamdiinfeksi dengan 5.000 Ookista Eimeria tenella yang telah bersporulasi denganmenggunakan spuit kaca berjarum tumpul.

Hasil penelitiannya membuktikan bahwa patikan kebo dapat meminimalkan perdarahanyang terjadi akibat infeksi Eimeria tenella. Hal ini diduga karena tanaman inimengandung beberapa zat aktif yang berperan untuk meminimalisir perdarahan. Zat-zatkimia yang terkandung di dalamnya antara lain: flavanoida, tannin, beta amiris, asamelogik, querstrim, diterpenoida dan triterpenoida.

Flavanoida dapat menurunkan permiabilitas kapiler darah, sehingga kerusakan kapilerdarah dapat dicegah atau dapat diperbaiki, dan nutrisi dan oksigen (untuk menunjangkesembuhan) dapat disuplai melalui kapiler tersebut. Selain itu, flavanoid yangantithrombik dapat membentuk sumbat thrombosit, sehingga dapat menutup robekankecil pada pembuluh darah. Sedang tannin berkhasiat sebagai antiseptik (mencegahpertumbuhan bakteri) dan hemostatik (menghentikan perdarahan).

Sementara itu, asam elogik juga dapat mengontrol kerusakan kapiler dan berperan dalamproses pembekuan darah. Sedang diterpenoida dan triterpenoida berkhasiat sebagai antiradang (anti inflamasi). Pada kasus berak darah ini, biasanya disertai gejala diare yangdisertai dengan dehidrasi. Dengan pemberian patikan kebo ini, maka gejala tersebut dapatdiatasi karena tanaman ini mengandung quersitrin yang dapat memperlemah kontraksiusus, tetapi tidak mengubah transpor cairan di dalam mukosa usus

Penulis dari Balitvet Bogor.

Plantamor adalah situs pribadi yang didedikasikan sebagai tempat berbagi informasi yang berkaitan dengan pengenalan berbagai jenis tumbuhan mulai dari nama-namanya, tampilannya, keindahannya, tempat tumbuhnya, hingga hubungan kekerabatan mereka antara satu dengan lainnya. Selain itu, Plantamor juga menyediakan berbagai informasi tambahan yang relevan dengan dunia tumbuhan termasuk di antaranya peraturan perundangan, peta online kawasan konservasi, artikel dan peristiwa sejarah terkait tumbuhan, dan sarana virtual untuk melihat tampilan fisik berbagai jenis tumbuhan di lokasi nyata di berbagai sudut dunia.

Nama-nama ilmiah dan taksa yang tersimpan di dalam database Plantamor adalah kumpulan dari berbagai sumber, terutama USDA (US Department of Agriculture). Buku utama yang paling sering kami jadikan acuan adalah Tropica; Color Cyclopedia of Exotic Plants and Trees hasil karya Alferd Byrd Graf. Nama-nama ilmiah dan nama-nama umum dalam bahasa Inggris hampir bisa dipastikan berasal dari kedua sumber utama tersebut. Adapun nama-nama umum dalam berbagai bahasa di Asia Tenggara banyak kami ambil dari buku-buku terbitan PROSEA (Plant Resources of South-East Asia). Tentu saja, kami juga tetap selalu mencari dan menggunakan sumber-sumber pengetahuan lain, termasuk pengetahuan dan pengalaman pribadi, jika dirasa masih diperlukan untuk verifikasi dan tambahan informasi.

Terima kasih anda telah mengunjungi kami. Jika ada saran dan koreksi, silakan anda sampaikan melalui plantamor dot com dengan nama akun muslihudin. Kami akan menerimanya dengan senang hati.



Terima kasih,
Cak Mus