Evolusi Melaju di Khatulistiwa
Tjandra Dewi (05/04/2006)

TEMPO Interaktif, Auckland:
Tumbuhan dan binatang yang hidup di iklim tropis yang hangat berevolusi lebih cepat dibandingkan dengan organisme di zona beriklim sedang. Temuan baru ini menjelaskan mengapa hutan hujan memiliki keanekaragaman hayati yang begitu kaya ketimbang tempat lainnya di dunia.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 2 Mei. Sebuah sensus terhadap semua tumbuhan dan binatang di dunia akan mengungkap bahwa kekayaan spesies ini tidak berimbang.

Berjubel di wilayah tropis, yang dekat dengan khatulistiwa, dan makin sedikit mendekati kutub.Penasaran dengan kecenderungan ini, Shane Wright dari University of Auckland, Selandia Baru, dan timnya meneliti tingkat evolusi molekuler 45 tumbuhan tropis dan membandingkannya dengan spesies serupa di garis lintang beriklim sedang.

Para peneliti memeriksa tingkat perubahan basa DNA dalam kode genetik tumbuhan itu. Seperti karakter dalam empat huruf alfabet, basa adalah molekul DNA yang tersusun untuk melafalkan instruksi untuk membentuk protein. Jika satu dari huruf ini--A (adenin), T (timin), G (guanin), atau C (sitosin)--diubah dengan yang lain, instruksinya juga berubah, yang mengakibatkan disfungsi atau justru menghasilkan protein yang benar-benar baru dan berguna.

Dalam riset ini, para peneliti menemukan bukti tumbuhan tropis memiliki lebih dari dua kali lipat tingkat substitusi basa dibandingkan dengan kerabat mereka di daerah beriklim sedang.

Tjandra | Livescience | Conservation

Plantamor adalah situs pribadi yang didedikasikan sebagai tempat berbagi informasi yang berkaitan dengan pengenalan berbagai jenis tumbuhan mulai dari nama-namanya, tampilannya, keindahannya, tempat tumbuhnya, hingga hubungan kekerabatan mereka antara satu dengan lainnya. Selain itu, Plantamor juga menyediakan berbagai informasi tambahan yang relevan dengan dunia tumbuhan termasuk di antaranya peraturan perundangan, peta online kawasan konservasi, artikel dan peristiwa sejarah terkait tumbuhan, dan sarana virtual untuk melihat tampilan fisik berbagai jenis tumbuhan di lokasi nyata di berbagai sudut dunia.

Nama-nama ilmiah dan taksa yang tersimpan di dalam database Plantamor adalah kumpulan dari berbagai sumber, terutama USDA (US Department of Agriculture). Buku utama yang paling sering kami jadikan acuan adalah Tropica; Color Cyclopedia of Exotic Plants and Trees hasil karya Alferd Byrd Graf. Nama-nama ilmiah dan nama-nama umum dalam bahasa Inggris hampir bisa dipastikan berasal dari kedua sumber utama tersebut. Adapun nama-nama umum dalam berbagai bahasa di Asia Tenggara banyak kami ambil dari buku-buku terbitan PROSEA (Plant Resources of South-East Asia). Tentu saja, kami juga tetap selalu mencari dan menggunakan sumber-sumber pengetahuan lain, termasuk pengetahuan dan pengalaman pribadi, jika dirasa masih diperlukan untuk verifikasi dan tambahan informasi.

Terima kasih anda telah mengunjungi kami. Jika ada saran dan koreksi, silakan anda sampaikan melalui plantamor dot com dengan nama akun muslihudin. Kami akan menerimanya dengan senang hati.



Terima kasih,
Cak Mus