Semua bagian tumbuhan ini terutama ranting mudanya mengandung 3 hingga 5% minyak esensial yang di dalamnya terdiri dari senyawa sabinen dan sabinylacetate. Tumbuhan ini juga mengandung thujone dan monoterpenes. Monoterpenes bersifat sitoksik (racun sel). Orang yang keracunan monoterpenes akan mengalami gangguan berupa iritasi kulit yang hebat, mual, eksitasi, aritmia, kejang, nefritis, urin berdarah, keracunan hati, kontraksi rahim, dan kelumpuhan sentral. Jika terkonsumsi dalam jumlah banyak monoterpenes dapat menjadi pemicu terjadinya henti napas. Dulu digunakan sebagai abortifisien namun sangat berbahaya karena mengandung risiko kematian.
KANDUNGAN SENYAWA AKTIF Juniperus sabina L.
Senyawa
Aktivitas
Tingkat Bahaya
sabinen, sabinylacetate, thujone, monoterpenes
menyebabkan peradangan (imflamasi)
merusak pertumbuhan sel (sitotoksik)
mengakibatkan gangguan pada saraf (neurotoksik)
mengubah pikiran (psikoaktif)
risiko keracunan pada hewan
Ekstra (Ia)
Referensi:
1.
Wink Michael, (2010) Mode of Action and Toxicology of Plant Toxins and Poisonous Plants,
Heidelberg University, Institute of Pharmacy and Molecular Biotechnology, INF 364, 69120 Heidelberg, Germany
2.
Pawar SD, Bhutekar SS, Gaikwad RG, Gaikwad MS, (2025) Comprehensive Review on Medicinal Value of Poisonous Plants, Journal of Drug Delivery and Therapeutics. 2025; 15(5):132-152 DOI: http://dx.doi.org/10.22270/jddt.v15i5.7101