Semua bagian tumbuhan ini mengandung ranunculin yang diubah secara enzimatik menjadi protoanemonin (berat kering 2%). Protoanemonin dapat mengikat berbagai protein. Gejala yang umum akibat keracunan senyawa kimia ini termasuk di antaranya iritasi pada kulit dan selaput lendir yang disertai lepuh dan ulserasi. Gejala lainnya termasuk mual, diare, pendarahan usus, gangguan ginjal, dan mutagenik.
KANDUNGAN SENYAWA AKTIF Clematis recta L.
Senyawa
Aktivitas
Tingkat Bahaya
ranunculin, protoanemonin
menyebabkan peradangan (imflamasi)
merusak pertumbuhan sel (sitotoksik)
menimbulkan gangguan pencernaan
risiko keracunan pada hewan
Medium (II)
Referensi:
1.
Wink Michael, (2010) Mode of Action and Toxicology of Plant Toxins and Poisonous Plants,
Heidelberg University, Institute of Pharmacy and Molecular Biotechnology, INF 364, 69120 Heidelberg, Germany
2.
Pawar SD, Bhutekar SS, Gaikwad RG, Gaikwad MS, (2025) Comprehensive Review on Medicinal Value of Poisonous Plants, Journal of Drug Delivery and Therapeutics. 2025; 15(5):132-152 DOI: http://dx.doi.org/10.22270/jddt.v15i5.7101