OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk mengatasi gangguan pencernaan:
Curcuma longa L.   / ZINGIBERACEAE
Nama umum: kunyit, kunir, koneng, turmeric, curcuma, indian saffron, yellow ginger, curcuma, kunyit, temu kunyit, tius, kawawara, dilaw, duwaw, kalawag, nanwin, rômiêt, lômiêt, khminz khünz, khamin, khamin-kaeng, khamin-chan, yu jin, jiang huang, taamerikku, ukon
Deskripsi:
Semak, tinggi lebih kurang 70 cm. Akar serabut, cokelat muda. Batang semu, tegak, buiat, membentuk rimpang, hijau kekuningan. Daun tunggal, lanset memanjang, helai daun 3-8, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 20-40 cm, lebar 8-12,5 cm, pertulangan menyirip, hijau pucat. Bunga majemuk, berambut, bersisik, tangkai panjang 16-40 cm, mahkota panjang lebih kurang 3 cm, lebar lebih kurang 1,5 cm, kuning, kelopak silindris, bercangap tiga, tipist ungu, pangkal daun pelindung putih, ungu.

Khasiat:
Rimpang kunyit (Curcuma longa) telah digunakan secara tradisional untuk membantu melancarkan haid, membantu meningkatkan fungsi hati, pereda panas, membantu mengatasi diare, sesak nafas dan radang hidung.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 280