OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk mengatasi gangguan pencernaan:
Bahan baku obat tradisional untuk mengatasi gangguan pencernaan: 1 - 20 / 182

Herba kayu angin (Usnea barbata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi masuk angin, disentri. sariawan, peluruh air seni.
Abrus precatorius
Daun saga rambat (Abrus precatorius) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati sariawan, batuk, pereda amandel yang membengkak dan pelancar ASI. Akarnya digunakan untuk membantu mengatasi muntah.
Abutilon indicum
Akar kembang sore kecil (Abutilon indicum) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam, peluruh air seni dan membantu mengatasi sakit kulit. Kulit batangnya digunakan sebagai peluruh air seni. Daunnya digunakan sebagai pereda demam, sakit gigi, dan diare. Bijinya digunakan sebagai pereda batuk dan melancarkan buang air besar.
Acacia decurrens
Daun wartel (Acacia decurrens) secara tradisional digunakan sebagai pereda diare. Cairan yang keluar dari kayu setelah dibakar digunakan untuk menghilangkan bekas luka.
Acacia podalyriifolia
Daun akasia mutiara (Acacia podalyriifolia) secara tradisional digunakan sebagai pereda diare.
Acanthus ilicifolius
Daun daruju (Acanthus ilicifolius) secara tradisional digunakan sebagai pereda radang, penawar racun ular, membantu mengobati kelumpuhan, asma, rematik, luka, dan perut kembung. Daun mudanya digunakan untuk mengatasi sakit perut. Daun, biji dan akarnya digunakan untuk mengatasi kecacingan. Akarnya digunakan untuk membantu meredakan nyeri perut, pereda panas, memperlancar buang air kecil, mengatasi kejang perut. Bijinya membantu mengobati bisul, borok, obat bengkak, obat pusing, pembersih darah, dan kecacingan.
Achillea millefolium
Bagian daun dari tumbuhan daun seribu (Achillea millefolium) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, peluruh keringat, membantu mengatasi kembung, nyeri haid, dan sakit perut.
Achyranthes aspera
Herba sangketan (Achyranthes aspera) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi encok, pereda panas dan peluruh air seni. Akarnya digunakan sebagai pereda batuk dan diare.
Adansonia digitata
Kulit batang pohon baobab (Adansonia digitata) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam dan mengurangi nyeri. Akar baobab meningkatkan stamina dan mengurangi kelesuan. Daunnya digunakan sebagai pereda demam. Buahnya digunakan sebagai pereda demam dan diare.
Adenia cordifolia
Batang pohon areuy calincing (Adenia cordifolia) secara tradisional digunakan sebagai pereda radang, membantu mengobati sakit mata, dan pereda diare.
Aegle marmelos
Daun maja (Aegle marmelos) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kudis, borok, dan eksim. Daging buahnya digunakan sebagai pereda disentri.
Ageratum conyzoides
Akar tumbuhan bandotan putih (Ageratum conyzoides) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati luka. Daunnya digunakan sebagai pereda sakit perut dan membantu mengobati luka.
Ageratum houstonianum
Akar tumbuhan bandotan ungu (Ageratum houstonianum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati luka. Daunnya digunakan sebagai penyubur rambut, pereda sakit perut, dan membantu mengobati luka.
Albizia procera
Kulit batang pohon wangkal (Albizia procera) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sakit perut.
Alcea rosea
Bunga altea (Alcea rosea) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam. Akarnya digunakan untuk membantu meredakan diare. Bijinya digunakan sebagai peluruh air seni dan pereda demam.
Aleurites moluccanus
Daging biji kemiri (Aleurites moluccanus) secara tradisional digunakan sebagai pelancar buang air besar. Kulit batangnya digunakan sebagai pereda diare dan disentri. Daunnya digunakan untuk membantu mengobati sakit kepala. Bijinya digunakan untuk membantu mengobati sembelit, nyeri lambung, sakit kepala, dan pereda demam.
Allamanda cathartica
Daun alamanda (Allamanda cathartica) secara tradisional digunakan sebagai pelancar buang air besar, mengatasi penyebab muntah, mengatasi kejang perut, pencahar, pereda batuk dan demam.
Allium cepa var. aggregatum
Umbi bawang merah (Allium cepa var aggregatum) secara tradisional digunakan sebagai peluruh dahak, pereda nyeri lambung, diare, kolera, sakit kepala, peluruh haid, tonikum, pereda batuk, masuk angin, muntah, membantu mengatasi sariawan, dan meredakan cacar.
Alpinia malaccensis
Buah laja gowah (Alpinia malaccensis) secara tradisional digunakan untuk mengatasi muntah. Rimpangnya digunakan sebagai pereda sakit perut, menambah atamina, dan membantu mengobati bisul.
Alternanthera bettzickiana
Daun bayam merah (Alternanthera bettzickiana) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, membantu mengatasi sakit kepala. Herbanya digunakan untuk mengatasi sakit perut.