OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk mengatasi gangguan pencernaan:
Bahan baku obat tradisional untuk mengatasi gangguan pencernaan: 21 - 40 / 182
Alternanthera brasiliana var. villosa
Daun atau seluruh bagian tanaman bayam ungu (Alternanthera brasiliana var. villosa) secara tradisional digunakan sebagai peluruh air seni, pereda diare dan nyeri.
Alternanthera sessilis
Semua bagian bayam kremah (Alternanthera sessilis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati sakit perut, pereda demam dan sakit kepala. Daunnya digunakan sebagai pereda demam dan sakit kepala.
Amaranthus hybridus
Daun dan batang pohon bayam kakap (Amaranthus hybridus) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan perdarahan, usus, diare, dan perdarahan berlebihan saat menstruasi.
Amorphophallus paeoniifolius
Umbi suweg (Amorphophallus paeoniifolius) secara tradisional digunakan untuk membantu mengurangi sembelit, penyakit kulit, encok, dan diare.
Anacardium occidentale
Daun jambu mete (Anacardium occidentale) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan luka bakar dan lepuh, pereda diare, membantu mengatasi sariawan dan jerawat. Akarnya digunakan sebagai pencahar. Kulit batang membantu mengatasi sariawan. Buahnya digunakan untuk mengatasi/mengobati penyakit kulit.
Anamirta cocculus
Batang pohon kayu kuning (Anamirta cocculus) secara tradisional digunakan sebagai pereda deman dan nyeri datang bulan. Akarnya digunakan sebagai pereda demam, perut kembung, dan gangguan haid. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi sakit kepala, sakit perut, dan gangguan haid. Buah dan bijinya digunakan untuk membantu mengatasi sakit kulit. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi bisul dan kudis.
Annona muricata
Kulit batang pohon sirsak (Annona muricata) secara tradisional digunakan sebagai pereda diare dan mengatasi bisul. Buah dan bijinya yang belum masak digunakan untuk mengatasi kecacingan.
Annona reticulata
Daun buah nona (Annona reticulata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bisul, encok, dan sakit kulit. Biji dan kulit batangnya digunakan untuk meringankan gejala diare.
Apium graveolens
Herba seledri (Apium graveolens) secara tradisional digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah, mengatasi masuk angin, dan mual.
Aquilaria malaccensis
Getah gaharu (Aquilaria malaccensis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengurangi encok, pusing. Kayunya digunakan untuk membantu mengatasi gigitan serangga, encok, diare, dan muntah.
Ardisia elliptica
Buah dan daun lampeni (Ardisia elliptica) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi penyakit perut (murus).
Areca catechu
Biji pinang (Areca catechu) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan, mengeringkan luka, pereda batuk, pelancar haid dan peluruh air seni. Kulit bijinya digunakan sebagai peluruh air seni, dan pencahar. Daunnya digunakan untuk membantu mengobati diare, nyeri lambung, borok, dan antiseptik.
Arenga pinnata
Akar pohon aren (Arenga pinnata) secara tradisional digunakan sebagai peluruh air seni dan peluruh haid. Getah hasil sadapan (niranya) digunakan untuk membantu mengatasi sariawan, dan sakit perut. Kulit batangnya untuk tonikum.
Artemisia lactiflora
Akar purwoceng gunung (Artemisia lactiflora) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan radang, pelancar haid dan peluruh air seni. Herbanya digunakan untuk membantu mengobati sakit perut. Daunnya digunakan untuk membantu mengobati datang bulan tidak teratur.
Artemisia vulgaris
Herba baru cina (Artemisia vulgaris) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi nyeri haid, sakit perut, membantu meningkatkan stamina dan menambah nafsu makan.IS.
Artocarpus elastica
Kulit batang pohon benda kebo (Artocarpus elastica) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati sakit perut. Getahnya digunakan sebagai pereda diare.
Asparagus racemosus
Akar sangga langit (Asparagus racemosus) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, diare, dan meningkatkan stamina.
Asplenium prolongatum
Daun dan batang pohon paku pandan (Asplenium prolongatum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati disentri, pembersih darah.
Baccaurea lanceolata
Daun limpasu (Baccaurea lanceolata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sakit perut dan bengkak, Kulit batangnya digunakan untuk mencegah mabuk.
Baccaurea racemosa
Daun kepundung (Baccaurea racemosa) secara tradisional digunakan sebagai pereda diare dan peluruh haid.