OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk mengatasi gangguan pencernaan:
Bahan baku obat tradisional untuk mengatasi gangguan pencernaan: 61 - 80 / 182

Daun kembang bugang (Clerodendrum calamistratum) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, membantu mengatasi diare, wasirt bisul dan menghangatkan perut.!.
Clerodendrum japonicum
Daun bunga pagoda (Clerodendrum japonicum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi radang, haid tidak teratur dan mengurangi tekanan darah. Akarnya digunakan untuk membantu mengatasi disentri. Bunganya digunakan untuk membantu mengatasi encok. Bijinya digunakan untuk membantu mengatasi radang usus dan melancarkan haid.
Coccoloba uvifera
Kulit batang pohon dan buah anggur laut (Coccoloba uvifera) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi diare dan pereda batuk.
Cocos nucifera
Akar kelapa (Cocos nucifera) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam dan mengatasi diare. Air buahnya digunakan sebagai penambah stamina dan penawar racun. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi wasir.
Coffea arabica
Daun dan biji kopi arabika (Coffea arabica) secara tradisional digunakan sebagai penyegar badan. Bijinya digunakan untuk membantu meringankan kejang perut, meningkatkan tekanan darah, mengatasi diare, disentri dan penawar racun..
Coleus amboinicus
Daun daun jinten (Coleus amboinicus) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasl sariawan, sakit perut, sakit gigi, pereda batuk.
Coriandrum sativum
Biji ketumbar (Coriandrum sativum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi masuk angin, sariawan, radang lambung, pencernaan kurang baik, pening, mual dan haid tidak teratur.
Corypha utan
Akar gebang (Corypha utan) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi nyeri perut, diare dan meredakan batuk. Getahnya digunakan sebagai pereda batuk rejan dan mengobati luka.
Crinum asiaticum
Akar bakung (Crinum asiaticum) secara tradisional digunakan sebagai peluruh keringat, membantu mengatasi kecacingan, mual dan mengobati luka- Daunnya digunakan sebagai peluruh air seni, membantu mengatasi bengkak, bisul, borok, , radang kulit, encok. Umbinya digunakan untuk membantu mengatasi bisul dan borok.
Cucumis melo
Buah melon (Cucumis melo) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam dan peluruh air seni. Kulit buahnya digunakan sebagai peluruh air seni dan urus-urUS. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi sakit perut.
Curcuma longa
Rimpang kunyit (Curcuma longa) secara tradisional digunakan untuk membantu melancarkan haid, membantu meningkatkan fungsi hati, pereda panas, membantu mengatasi diare, sesak nafas dan radang hidung.
Cyanthillium cinereum
Daun nyawon (Cyanthillium cinereum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sakit perut dan kejang Iambung. Herbanya digunakan untuk membantu mengatasi diare dan sakit kepala.
Cymbopogon citratus
Daun serai sayur (Cymbopogon citratus) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, antiseptik dan mencegah muntah,iS.
Deeringia amaranthoides
Daun daun banci (Deeringia amaranthoides) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi disentr?, sakit tenggorokan dan sakit perut.
Dialium indum
Daging buah asam kranji (Dialium indum) secara tradisional digunakan sebagai pereda sariawan, gusi berdarah dan mencret.
Drynaria sparsisora
Akar simbar layangan (Drynaria sparsisora) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sakit mata dan pereda mencret.
Ehretia microphylla
Akar serut pagar (Ehretia microphylla) secara tradisional digunakan sebagai penawar racun makanan dan membantu membersihkan darah pada saat nifas. Daun pereda panas, membantu mengatasi diare dan menguatkan gigi.
Elaeagnus loureiroi
Daun dan buah codo (Elaeagnus loureiroi) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi asma, diare dan pereda batuk.
Elephantopus scaber
Daun tapak liman (Elephantopus scaber) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk? mengatasi diare dan sariawan.
Eleusine indica
Akar rumput belulang (Eleusine indica) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi diare.