OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk meredakan batuk dan pilek:
Bahan baku obat tradisional untuk meredakan batuk dan pilek: 1 - 20 / 124
Abrus precatorius
Daun saga rambat (Abrus precatorius) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati sariawan, batuk, pereda amandel yang membengkak dan pelancar ASI. Akarnya digunakan untuk membantu mengatasi muntah.
Abutilon indicum
Akar kembang sore kecil (Abutilon indicum) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam, peluruh air seni dan membantu mengatasi sakit kulit. Kulit batangnya digunakan sebagai peluruh air seni. Daunnya digunakan sebagai pereda demam, sakit gigi, dan diare. Bijinya digunakan sebagai pereda batuk dan melancarkan buang air besar.
Achyranthes aspera
Herba sangketan (Achyranthes aspera) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi encok, pereda panas dan peluruh air seni. Akarnya digunakan sebagai pereda batuk dan diare.
Ajuga reptans
Daun ototan (Ajuga reptans) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk dan membantu mengatasi bisul.
Allamanda cathartica
Daun alamanda (Allamanda cathartica) secara tradisional digunakan sebagai pelancar buang air besar, mengatasi penyebab muntah, mengatasi kejang perut, pencahar, pereda batuk dan demam.
Allamanda schottii
Daun tumbuhan alamanda kecil (Allamanda schottii) secara tradisional digunakan untuk mengatasi kejang perut, pencahar, pereda batuk dan demam.
Allium porrum
Daun bawang prey (Allium porrum) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk. Umbi lapisnya digunakan untuk membantu mengatasi encok.
Allium cepa var. aggregatum
Umbi bawang merah (Allium cepa var aggregatum) secara tradisional digunakan sebagai peluruh dahak, pereda nyeri lambung, diare, kolera, sakit kepala, peluruh haid, tonikum, pereda batuk, masuk angin, muntah, membantu mengatasi sariawan, dan meredakan cacar.
Aloe vera
Daun tumbuhan lidah buaya (Aloe vera) secara tradisional digunakan sebagai pelancar buang air besar, membantu menurunkan kadar gula darah, mengatasi wasir, kecacingan, kencing manis, pereda batuk, sembelit, pusing, pereda nyeri perut, pembersih darah, pencahar, dan eksim.
Alysicarpus vaginalis
Akar sesenep (Alysicarpus vaginalis) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk.
Alyxia reinwardtii
Kulit batang pohon pulasari (Alyxia reinwardtii) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas. Kayunya digunakan sebagai pereda panas. Kulit batangnya digunakan untuk membantu mengobati radang lambung, batuk rejan, perut kembung, keputihan, sariawan, gangguan haid, kejang usus, dan pereda panas.
Areca catechu
Biji pinang (Areca catechu) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan, mengeringkan luka, pereda batuk, pelancar haid dan peluruh air seni. Kulit bijinya digunakan sebagai peluruh air seni, dan pencahar. Daunnya digunakan untuk membantu mengobati diare, nyeri lambung, borok, dan antiseptik.
Argemone mexicana
Daun druju (Argemone mexicana) secara tradisional digunakan sebagai peluruh haid. Bijinya digunakan sebagai pereda batuk dan nyeri waktu haid. Getahnya digunakan untuk membantu mengatasi sakit kulit, bengkak, dan penghilang kutil pada kulit.
Artocarpus heterophyllus
Daun nangka (Artocarpus heterophyllus) secara tradisional digunakan sebagai pelancar ASI dan membantu mengatasi sakit kulit. Biji nangka juga digunakan sebagai pereda batuk dan tonik. Kayunya digunakan untuk mengurangi kejang dan sedatif. Daging buahnya digunakan sebagai pengencer dahak. Getah kulit kayunya digunakan sebagai pereda demam, mengatasi kecacingan, radang, bengkak.
Asparagus cochinchinensis
Umbi akar asparagus (Asparagus cochinchinensis) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk dan pelancar air seni.
Averrhoa bilimbi
Bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk. Buah. membantu mengatasi sariawan. Daunnya digunakan sebagai pereda panas, membantu mengobati encok.
Averrhoa carambola
Buah belimbing manis (Averrhoa carambola) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk dan membantu menurunkan tekanan darah. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi pusing.
Barringtonia racemosa
Buah butun darat (Barringtonia racemosa) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, asma dan diare. Daunnya digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah.
Bauhinia acuminata
Akar kupu-kupu (Bauhinia acuminata) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk.
Begonia fimbristipula
Daun atau seluruh bagian tanaman begonia (Begonia fimbristipula) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, membersihkan darah, pereda batuk.