OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk meredakan batuk dan pilek:
Bahan baku obat tradisional untuk meredakan batuk dan pilek: 81 - 100 / 124
Parkia timoriana
Biji kedawung (Parkia timoriana) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi perut kembung, radang usus. Daunnya digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi sakit perut.
Pericampylus glaucus
Daun akar gamat (Pericampylus glaucus) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam, pusing, pereda batuk, asma.
Piper betle
Daun sirih (Piper betle) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi hidJng berdarah, bisul, sariawan, sakit mata dan meredakan batuk.
Pistia stratiotes
Daun kayu apu (Pistia stratiotes) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk rejan, demam, pelancar air seni.
Platycladus orientalis
Daun cemara kipas (Platycladus orientalis) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, membantu meringankan batuk, mencret.
Platycodon grandiflorus
Akar bunga balon (Platycodon grandiflorus) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan, menurunkan kolesterol, mengatasi radang, pereda batuk, membantu menurunkan kadar gula darah.
Pleocnemia irregularis
Akar dan batang pohon paku andam (Pleocnemia irregularis) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, membantu Iuka memar.
Pluchea indica
Daun beluntas (Pluchea indica) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, pereda batuk, penghilang bau keringat.
Punica granatum
Akar delima (Punica granatum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan, mencret, pereda batuk.
Pyrrosia heterophylla
Daun paku sisik naga (Pyrrosia heterophylla) secara tradisional digunakan untuk memperlancar buang air besar dan membantu meringankan luka pada kulit. Getahnya digunakan sebagai pereda batuk.
Raphanus raphanistrum subsp. sativus
Umbi lobak (Raphanus raphanistrum subsp. sativus) secara tradisional digunakan sebagai peluruh alr seni, pereda batuk.
Rhododendron simsii
Daun asalea (Rhododendron simsii) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengobati rematik, menghangatkan badan.
Rosa × centifolia
Bunga mawar (Rosa ? centifolia) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk.
Rosa gallica
Bunga mawar (Rosa gallica) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, mengatasi jerawat.
Rotheca serrata
Daun senggugu (Rotheca serrata) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi encok. Akarnya digunakan sebagai peluruh air seni.
Rubus rosifolius
Daun gucen (Rubus rosifolius) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sakit perut, pereda batuk, menjaga kehamilan. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi sariawan.
Saccharum officinarum
batang pohon tebu (Saccharum officinarum) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi pegal linu, penambah energi, penambah stamina.
Sandoricum koetjape
Akar dan daun kecapi (Sandoricum koetjape) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi keputihan, mulas dan pereda batuk.
Schizaea dichotoma
Akar rumput merak (Schizaea dichotoma) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi sakit tenggorokan, mengembalikan stamina setelah melahirkan.
Scoparia dulcis
Akar jaka tuwa (Scoparia dulcis) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, peluruh air seni.