OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk meredakan batuk dan pilek:
Bahan baku obat tradisional untuk meredakan batuk dan pilek: 101 - 120 / 124
Selenicereus undatus
Daun buah naga (Selenicereus undatus) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, mengatasi radang, bengkak.
Senegalia catechu
Kulit batang pohon akasia kacu (Senegalia catechu) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk. Getahnya digunakan sebagai pereda batuk dan diare.
Senna bicapsularis
Akar kasia (Senna bicapsularis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi penyakit kulit, kecacingan. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi asma, bronkitis, sakit kepala, sakit kulit. Buah dan bijinya digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi asma, scabies.
Sesamum indicum
Biji wijen (Sesamum indicum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati Iuka, pereda batuk, mengatasi sakit perut.
Sesbania sesban
Daun janti (Sesbania sesban) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan pada anak-anak, pereda batuk.
Solanum virginianum
Daun terong duri (Solanum virginianum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi encok. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi asma, radang saluran pernapasan, pereda demam. Bijnya digunakan untuk membantu mengatasi asma, sakit gigi, batuk, kudis, scabies, kecacingan.
Solidago virgaurea
Bunga kembang ceplikan (Solidago virgaurea) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi flJ. Daun dan batangnya digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi infeksi saluran pernafasan.
Sonneratia caseolaris
Daun berembang (Sonneratia caseolaris) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi cacar. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan, pereda batuk.
Stachytarpheta mutabilis
Daun pecut kuda (Stachytarpheta mutabilis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati luka, pereda batuk, mengatasi mencret.
Syzygium aromaticum
Bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) secara tradisional digunakan sebagai pelega perut, pereda batuk, mengatasi sakit gigi.
Tabernaemontana divaricata
Daun mondokaki (Tabernaemontana divaricata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bisul, batuk berdahak, terkilir, menurunkan tekanan darah tinggi. Getah daunnya digunakan untuk membantu mengatasi radang mata, mencegah radang pada lukaAkarnya digunakan untuk membantu mengatasi sakit gigi, kecacingan, diare, racun binatang.
Tabernaemontana pandacaqui
Daun mondokaki abang (Tabernaemontana pandacaqui) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi radang mata dan peluruh air seni.
Tamarindus indica
Daging buah asam jawa (Tamarindus indica) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi sariawan, jerawat, bisul, borok, eksim.
Terminalia chebula
Kulit batang pohon jaha (Terminalia chebula) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi asma, batuk, luka, wasir, penguat jantung. Buahnya digunakan untuk membantu mengencerkan dahak, mengatasi anemia, kencing manis, kecacingan, penguat jantung.
Thymus serpyllum
Herba serpili (Thymus serpyllum) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk berdahak.
Thymus vulgaris
Herba timi (Thymus vulgaris) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk.
Trachyspermum ammi
Akar mungsi (Trachyspermum ammi) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sakit perut. Buahnya digunakan sebagai pelancar haid, membantu mengatasi amandel, meningkatkan stamina. Bijinya digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi flu, diare$ masuk angin, encok.
Tradescantia spathacea
Daun dan bunga nanas kerang (Tradescantia spathacea) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk.
Trema orientalis
Akar anggrung (Trema orientalis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi nyeri perut, masuk angin, sakit perut, disentri. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi mencret, pereda batuk.
Typhonium trilobatum
Umbi keladi tikus (Typhonium trilobatum) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi asma, sakit kepala, muntah-muntah, bekas gigitan ular.