OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk meredakan batuk dan pilek:
Bahan baku obat tradisional untuk meredakan batuk dan pilek: 41 - 60 / 124
Corypha utan
Akar gebang (Corypha utan) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi nyeri perut, diare dan meredakan batuk. Getahnya digunakan sebagai pereda batuk rejan dan mengobati luka.
Cucurbita moschata
Buah labu kuning (Cucurbita moschata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan. Bijinya digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan dan pereda batuk berdahak.
Dendrophthoe pentandra
Daun benalu (Dendrophthoe pentandra) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi luka. Semua bagian tumbuhannya digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah dan pereda batuk.
Dioscorea alata
Umbi ubi kelapa (Dioscorea alata) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan bengkak. Umbinya digunakan untuk mengatasi nyeri ginjal, nyeri limpa, batuk darah dan bisul.
Dracaena trifasciata
Rimpang lidah mertua (Dracaena trifasciata) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi luka akibat gigitan ular.
Elaeagnus loureiroi
Daun dan buah codo (Elaeagnus loureiroi) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi asma, diare dan pereda batuk.
Elephantopus scaber
Daun tapak liman (Elephantopus scaber) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk? mengatasi diare dan sariawan.
Elettaria cardamomum
Buah kapulaga (Elettaria cardamomum) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk dan pelega perut.
Eriobotrya japonica
Bunga lokwat (Eriobotrya japonica) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk dan mengatasi asma. Daunt membantu mengatasi diare. Buahnya digunakan sebagai pereda panas dan mengatasi kejang.
Eucalyptus alba
Buah ampupu (Eucalyptus alba) secara tradisional digunakan sebagai pelega perut. Minyak dari daunnya digunakan sebagai obat gosok dan pereda batuk.
Euphorbia hirta
Daun dan akar patikan kebo (Euphorbia hirta) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, mengatasi sariawan dan peluruh air seni dan.
Euphorbia plumerioides
Akar semboja jepang (Euphorbia plumerioides) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk.
Foeniculum vulgare
Buah adas (Foeniculum vulgare) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, perut kembung, sariawan dan pelancar haid.
Glochidion rubrum
Daun dempul lelet (Glochidion rubrum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi disentri, pereda batuk dan demam nifas.
Hibiscus rosa-sinensis
Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam pada anak-anak, pereda batuk dan sariawan.IS.
Hibiscus similis
Bunga waru gunung (Hibiscus similis) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk.
Hydrocotyle sibthorpioides
Daun semanggi (Hydrocotyle sibthorpioides) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi pilek, sariawan, kudis, eksim, pereda batuk, peluruh air seni, pelancar ASL I.
Iris domestica
Daun atau rimpang brojo lintang (Iris domestica) secara tradisional digunakan sebagai jamu untuk ibu setelah bersalin. Rimpangnya digunakan untuk membantu mengatasi Iuka memar bisul, asma, bengkak, amandel, liver dan limpa, meredakan batuk dan peluruh air seni.
Justicia gendarussa
Daun, akar gandarusa (Justicia gendarussa) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi encok, sakit kepala, gangguan haid, nyeri lambung; batuk, batuk darah, asma dan meredakan demam.
Kadsura scandens
Akar hunyur buut (Kadsura scandens) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi encok. Batangnya digunakan sebagai pereda batuk. Kulit batangnya digunakan sebagai pereda demam. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi nyeri perut, peluruh air seni.