OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk mongobati bekas gigitan serangga:
Bahan baku obat tradisional untuk mongobati bekas gigitan serangga: 1 - 13 / 13
Acorus calamus
Rimpang dringo (Acorus calamus) secara tradisional digunakan sebagai penenang, pereda nyeri lambung, gigitan serangga, demam, nifas, membantu mengatasi sakit limpa.
Aquilaria malaccensis
Getah gaharu (Aquilaria malaccensis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengurangi encok, pusing. Kayunya digunakan untuk membantu mengatasi gigitan serangga, encok, diare, dan muntah.
Barleria cristata
Daun landep (Barleria cristata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi rematik dan peluruh air seni. Bunganya digunakan untuk membantu mengatasi bengkak karena gigitan serangga.
Blumea balsamifera
Daun sembung (Blumea balsamifera) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam, pereda batuk, peluruh keringat dan pelindung dari gigitan nyamuk.
Chrysopogon zizanioides
Akar akar wangi (Chrysopogon zizanioides) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi encok, mencegah gigitan nyamuk.
Decalobanthus mammosus
Umbi bidara upas (Decalobanthus mammosus) secara tradisional digunakan sebagai pereda bati& membantu mengatasi serak, radang tenggorokan, radang usus buntu, tifus, sembelit, keracunan, gigitan ular, pelancar ASI.
Donax canniformis
Daun bamban (Donax canniformis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bisuli mengurangi bengkak, mengurangi sakit karena gigitan ular.
Dracaena trifasciata
Rimpang lidah mertua (Dracaena trifasciata) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi luka akibat gigitan ular.
Melaleuca alternifolia
Daun teh pohon (Melaleuca alternifolia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi jerawat, bisul, gigitan serangga, batuk, demam, luka.
Moraea patens
Daun hamelia (Moraea patens) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sakit kulit, gigitan serangga, rematik, sakit kepala, sesak napasi dan disentri.
Murraya paniculata
Daun kemuning (Murraya paniculata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi diare, disentri, mual, muntah-muntah. Buahnya digunakan untuk mengurangi sakit karena gigitan serangga.
Thunbergia grandiflora
Daun bunga madia (Thunbergia grandiflora) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi luka gigitan ular.
Typhonium trilobatum
Umbi keladi tikus (Typhonium trilobatum) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi asma, sakit kepala, muntah-muntah, bekas gigitan ular.