OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk meredakan gangguan menstruasi:
Bahan baku obat tradisional untuk meredakan gangguan menstruasi: 1 - 20 / 60
Achillea millefolium
Bagian daun dari tumbuhan daun seribu (Achillea millefolium) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, peluruh keringat, membantu mengatasi kembung, nyeri haid, dan sakit perut.
Aglaia odorata
Daun pacar cina (Aglaia odorata) secara tradisional digunakan sebagai pereda nyeri haid, membantu meredakan keluarnya darah haid yang berlebihan, pembersih darah, dan membantu mengatasi penyakit kulit. Bunganya digunakan sebagai pereda demam dan obat setelah bersalin. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi gatal.
Allium cepa var. aggregatum
Umbi bawang merah (Allium cepa var aggregatum) secara tradisional digunakan sebagai peluruh dahak, pereda nyeri lambung, diare, kolera, sakit kepala, peluruh haid, tonikum, pereda batuk, masuk angin, muntah, membantu mengatasi sariawan, dan meredakan cacar.
Alpinia galanga
Rimpang lengkuas (Alpinia galanga) secara tradisional digunakan untuk mengatasi encok, masuk angin, penambah nafsu makan, pengencer dahak, pembersih darah, pelancar haid, mengatasi kurap dan panu, membersihkan rahim setelah melahirkan, dan menghangatkan badan.
Alyxia reinwardtii
Kulit batang pohon pulasari (Alyxia reinwardtii) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas. Kayunya digunakan sebagai pereda panas. Kulit batangnya digunakan untuk membantu mengobati radang lambung, batuk rejan, perut kembung, keputihan, sariawan, gangguan haid, kejang usus, dan pereda panas.
Amaranthus caudatus
Daun kastoyan (Amaranthus caudatus) secara tradisional digunakan untuk membantu memperbaiki pencernaan. Bunganya digunakan untuk mengurangi pendarahan waktu haid.
Amaranthus hybridus
Daun dan batang pohon bayam kakap (Amaranthus hybridus) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan perdarahan, usus, diare, dan perdarahan berlebihan saat menstruasi.
Anamirta cocculus
Batang pohon kayu kuning (Anamirta cocculus) secara tradisional digunakan sebagai pereda deman dan nyeri datang bulan. Akarnya digunakan sebagai pereda demam, perut kembung, dan gangguan haid. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi sakit kepala, sakit perut, dan gangguan haid. Buah dan bijinya digunakan untuk membantu mengatasi sakit kulit. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi bisul dan kudis.
Angelica keiskei
Daun asitaba (Angelica keiskei) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi menstruasi tidak teratur dan radang.
Areca catechu
Biji pinang (Areca catechu) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan, mengeringkan luka, pereda batuk, pelancar haid dan peluruh air seni. Kulit bijinya digunakan sebagai peluruh air seni, dan pencahar. Daunnya digunakan untuk membantu mengobati diare, nyeri lambung, borok, dan antiseptik.
Arenga pinnata
Akar pohon aren (Arenga pinnata) secara tradisional digunakan sebagai peluruh air seni dan peluruh haid. Getah hasil sadapan (niranya) digunakan untuk membantu mengatasi sariawan, dan sakit perut. Kulit batangnya untuk tonikum.
Argemone mexicana
Daun druju (Argemone mexicana) secara tradisional digunakan sebagai peluruh haid. Bijinya digunakan sebagai pereda batuk dan nyeri waktu haid. Getahnya digunakan untuk membantu mengatasi sakit kulit, bengkak, dan penghilang kutil pada kulit.
Artemisia lactiflora
Akar purwoceng gunung (Artemisia lactiflora) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan radang, pelancar haid dan peluruh air seni. Herbanya digunakan untuk membantu mengobati sakit perut. Daunnya digunakan untuk membantu mengobati datang bulan tidak teratur.
Artemisia vulgaris
Herba baru cina (Artemisia vulgaris) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi nyeri haid, sakit perut, membantu meningkatkan stamina dan menambah nafsu makan.IS.
Baccaurea racemosa
Daun kepundung (Baccaurea racemosa) secara tradisional digunakan sebagai pereda diare dan peluruh haid.
Baeckea frutescens
Daun junjung atap (Baeckea frutescens) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, pelancar haid, membantu mengatasi sakit perut, encok, sakit kulit.
Brassica juncea
Akar sesawi (Brassica juncea) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, radang pada amandel. Daunnya digunakan untuk membantu meringankan sakit kepala. Bijinya digunakan untuk membantu menghangatkan badan dan peluruh haid.
Brugmansia × candida
Bunga kecubung (Brugmansia ? candida) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sesak napas, nyeri haid, dan sakit perut.
Brugmansia suaveolens
Daun dan bunga kecubung gunung (Brugmansia suaveolens) secara tradisional digunakan membantu membantu mengatasi sesak nafas dan nyeri haid.
Caesalpinia pulcherrima
Kulit kayu kembang merak (Caesalpinia pulcherrima) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan kejang. Bunganya digunakan sebagai pereda panas, radang dan peluruh haid.