OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk meredakan gangguan menstruasi:
Bahan baku obat tradisional untuk meredakan gangguan menstruasi: 41 - 60 / 60
Justicia gendarussa
Daun, akar gandarusa (Justicia gendarussa) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi encok, sakit kepala, gangguan haid, nyeri lambung; batuk, batuk darah, asma dan meredakan demam.
Lawsonia inermis
Daun pacar kuku (Lawsonia inermis) secara tradisional digunakan sebagai peluruh haid, membantu mengatasi keputihan.
Leonurus sibiricus
Biji ginjean (Leonurus sibiricus) secara tradisional digunakan sebagai peluruh haid dan membantu mengatasi keputihan.
Luffa acutangula
Buah oyong (Luffa acutangula) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas. Daunnya digunakan sebagai pereda panas, pelancar haid, membantu mengobati luka, tonikum, peluruh air seni, pencahar.
Magnolia champaca
Akar cempaka wangi (Magnolia champaca) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi haid yang tidak teratur. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi rematik, amandel, untuk kumur-kumur. Bunganya digunakan untuk membantu mengatasi keputihan.
Moringa oleifera
Akar kelor (Moringa oleifera) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kejang, gusi berdarah, melancarkan haid tidak teratur, pusing. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi sesak nafas, encok, beri-beri dan busung lapar. Bijinya digunakan untuk membantu mengatasi mual.
Ocimum basilicum
Daun selasih (Ocimum basilicum) secara tradisional digunakan sebagai peluruh kentut, pelancar ASI, pereda panas, pelacar haid, membantu mengatasi sariawan, mual.
Ouret sanguinolenta
Herba sambang colok (Ouret sanguinolenta) secara tradisional digunakan sebagai peluruh air seni, pereda radang dan panas. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi haid, anemia, dan kecacingan.
Panicum repens
Rimpang lampuyangan (Panicum repens) secara tradisional digunakan sebagai pereda sakit saat haid.
Phytolacca americana
Akar mrico kepyar (Phytolacca americana) secara tradisional digunakan sebagai pelancar haid, membantu mengatasi eksim.
Plantago major
Daun daun sendok (Plantago major) secara tradisional digunakan sebagai peluruh haid, pereda panas, membantu menambah nafsu makan.
Pongamia pinnata
Daun dasapri (Pongamia pinnata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi rematik, haid tidak teratur. Bunganya digunakan untuk membantu mengatasi kencing manisKulit batangnya digunakan untuk membantu mengatasi kudis. Bijinya digunakan untuk membantu mengatasi sakit kulit, kudis, rematik.
Prunus persica
Biji persik (Prunus persica) secara tradisional digunakan sebagai pelancar haid. Daunnya digunakan sebagai pelancar air seni.
Psidium guajava
Daun jambu biji (Psidium guajava) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi mencret. peluruh haid.
Quercus lusitanica
Buah majakan (Quercus lusitanica) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi haid tidak teratur, wasir, dan keputihan.
Rafflesia horsfieldii
Tunas padma (Rafflesia horsfieldii) secara tradisional digunakan membantu melancarkan menstruasi.
Rosa chinensis
Bunga mawar (Rosa chinensis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi nyeri haid. Akarnya digunakan untuk membantu mengatasi radang sendi.
Torenia crustacea
Semua bagian kerak nasi (Torenia crustacea) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sakit kulit, peluruh haid, mengembalikan stamina setelah bersalin.
Trachyspermum ammi
Akar mungsi (Trachyspermum ammi) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sakit perut. Buahnya digunakan sebagai pelancar haid, membantu mengatasi amandel, meningkatkan stamina. Bijinya digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi flu, diare$ masuk angin, encok.
Vitex trifolia
Daun legundi (Vitex trifolia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan, haid tidak teratur, pereda demam, peluruh air seni dan peluruh keringat.