OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk mengatasi gangguan pencernaan:
Bahan baku obat tradisional untuk mengatasi gangguan pencernaan: 121 - 140 / 182
Momordica charantia
Daun pare (Momordica charantia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan pada anak-anak, mengatasi batuk, demam njfas, malaria, mual susah buang air besar. Bijinya digunakan untuk membantu mengobati luka. Daging buahnya digunakan untuk membantu mengatasi sariawan, menambah nafsu makan.
Moraea patens
Daun hamelia (Moraea patens) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sakit kulit, gigitan serangga, rematik, sakit kepala, sesak napasi dan disentri.
Morinda citrifolia
Buah dan daun mengkudu (Morinda citrifolia) secara tradisional digunakan untuk membantu pereda batuk, membantu mengatasj radang UsUs. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi masuk angin, amander, sakit perut.
Moringa oleifera
Akar kelor (Moringa oleifera) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kejang, gusi berdarah, melancarkan haid tidak teratur, pusing. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi sesak nafas, encok, beri-beri dan busung lapar. Bijinya digunakan untuk membantu mengatasi mual.
Murraya paniculata
Daun kemuning (Murraya paniculata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi diare, disentri, mual, muntah-muntah. Buahnya digunakan untuk mengurangi sakit karena gigitan serangga.
Neolitsea cassia
Kulit batang pohon kayu manis (Neolitsea cassia) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan kencing manis dan diare.
Nymphaea alba
Umbi teratai putih (Nymphaea alba) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi disentri, astringen. Bunga dan buahnya digunakan untuk membantu mengatasi diare dan peluruh keringat.
Ocimum basilicum
Daun selasih (Ocimum basilicum) secara tradisional digunakan sebagai peluruh kentut, pelancar ASI, pereda panas, pelacar haid, membantu mengatasi sariawan, mual.
Pachystachys lutea
Daun bunga lilin (Pachystachys lutea) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingam Akarnya digunakan untuk membantu mengatasi diare.
Paederia foetida
Daun daun kentut (Paederia foetida) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kembung, sakit perut, sariawan.
Pandanus tectorius
Daun pandan (Pandanus tectorius) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi mual.
Parkia timoriana
Biji kedawung (Parkia timoriana) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi perut kembung, radang usus. Daunnya digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi sakit perut.
Peperomia pellucida
Herba suruhan (Peperomia pellucida) secara tradisional digunakan sebagai antiseptik, membantu mengatasi sakit kepala, sakit perut.
Phaleria macrocarpa
Kulit mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi disentri. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi eksim.
Phyllanthus acidus
Daun ceremai (Phyllanthus acidus) secara tradisional digunakan sebagai urus-urus, membantu mengatasi mual, sariawan. Akarnya digunakan untuk membantu mengatasi asma.
Phyllanthus urinaria
Herba meniran abang (Phyllanthus urinaria) secara tradisional digunakan sebagai peluruh air seni, membantu mengatasi kencing batu, demam, mencret.
Physalis angulata
Buah ceplukan (Physalis angulata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi gusi berdarah, bisul, sakit perut. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi bisul.
Platycladus orientalis
Daun cemara kipas (Platycladus orientalis) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, membantu meringankan batuk, mencret.
Pleurolobus gangeticus
Daun waliketupa (Pleurolobus gangeticus) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi, sakit pinggang? nyeri lambung, dan penawar racun ular. Akarnya digunakan untuk membantu mengatasi diare dan nyeri gigi.
Pogostemon cablin
Daun nilam aceh (Pogostemon cablin) secara tradisional digunakan untuk membantu menghilangkan bau keringat, mengatasi disentri.