OBAT TRADISIONAL INDONESIA
 
Nephelium lappaceum L.   / SAPINDACEAE
Nama umum: rambutan, chorogol, kakapas, rambutan, litchi chevelu, rambutan, buah abong, rangalau, rambutan, saaw maaw, ser mon, ngoh, ngoh paa
Deskripsi:
Pohon, tinggi mencapai 15 m. Akar tunggang, cokelat. Batang tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, putih kotor. Daun tunggal, tersebar, lonjong, tepi rata, ujung dan pangkal runcing, pertulangan menyirip, panjang 10-20 cm, lebar 5-10 cm, tangkai silindris, hijau. Bunga majemuk, bentuk karang, berkelamin 2, di ujung batang, kelopak bentuk cawan, putik kecil kepala sari bulat, putih, kehijauan. Buah buni, bulat, daging buah putih bening, kulit berambut kaku, muda hijau, tua merah kuning. Biji bulat telur, kuning.

Khasiat:
Kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum) telah digunakan secara tradisional sebagai pereda panas.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 567

SEJARAH KOPI #5: Perbudakan, Tanam Paksa, dan Deforestasi

Kisah dan sejarah tentang kopi (Coffea arabica) dalam video sinematik berdurasi 10:51 menit di channel Plantamor Media, YouTube.

- Duri Sejati
- Duri Tempel
- Bulu Tajam
- Bulu Beracun