OBAT TRADISIONAL INDONESIA
 
Tephrosia candida DC.   / FABACEAE
Nama umum: enceng-enceng, kapeping badah, poko tom, white tephrosia, white hoary pea, indigo sauvage, pis pea
Deskripsi:
Perdu semusim, tinggi mencapai 3 m. Akar tunggang. Batang tegak, masif, bulat, berlubang, halus, hijau. Daun tunggal, dalam roset tangkai daun ungur helaian memanjang, tepi bertoreh dalam, ujung runcing, pangkal memeluk batang, pertulangan menyirip, tipis, haius, pamang.

Khasiat:
Akar teprosia (Tephrosia candida) telah digunakan secara tradisional sebagai pereda demam.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 807

SEJARAH KOPI #2: Dicintai di Eropa, Disukai di India

Kisah dan sejarah tentang kopi (Coffea arabica) dalam video sinematik berdurasi 07:25 menit di channel Plantamor Media, YouTube.

- Duri Sejati
- Duri Tempel
- Bulu Tajam
- Bulu Beracun