OBAT TRADISIONAL INDONESIA
 
Sophora tomentosa L.   / FABACEAE
Nama umum: kayu penawar, ki ucing, upas biji, seacoast laburnum, silver bush, yellow necklace pod, pelochok, pelotok, tambalisa, mangguiau, pangalangan, sândaèk préi srâmot, saaraphat phit
Deskripsi:
Perdu, tegak, tinggi mencapai 6 m, batang besar 8-10 cm. Akar tumbuhan tidak besar, tetapi panjang dan masuk ke dalam tanah, memiliki banyak serat-serat, akar berbuku-buku, beruas, bagian luar kuning dengan kulit robek, di dalamnya kuning cerah. Daun bulat telur hingga lonjong, tangkai daun 10-26 cm. Bunga kuning, polong mengkerut, berbentuk kalung. Biji 1-10.

Khasiat:
Akar upas biji (Sophora tomentosa) telah digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi keracunan, bengkak dan busung air. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi keracunan. Bijinya digunakan untuk membantu mengatasi sakit peruti sesak nafas, mual.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 766

SUKUN: Buah yang menolak dijadikan alat perbudakan

Kisah dan sejarah tentang sukun (Artocarpus altilis) dalam video sinematik berdurasi 13:37 menit di channel Plantamor Media, YouTube.

- Duri Sejati
- Duri Tempel
- Bulu Tajam
- Bulu Beracun