OBAT TRADISIONAL INDONESIA
 
Carica papaya L.   / CARICACEAE
Nama umum: pepaya, gedang, kates, papaya, pawpaw, melon tree, papayier, arbre de melon, papaya, betek, ketalah, papaya, kapaya, lapaya, thimbaw, lhong, doeum lahong, houng, malakor, loko, ma kuai thet, du du, fan mu gua
Deskripsi:
Perdu, tinggi lebih kurang 10 m. Akar tunggang, bercabang. Batang tidak berkayu, silindris, berongga, putih kotor. Daun tunggal, bulat, uiung runcing, pangkal bertoreh, tepi bergerigi, diameter 25-75 cm, pertulangan menjari, panjang tangkai 25-100 cm, hijau. Bunga tunggal, bentuk bintang, di ketiak daun, berkelamin satu atau berumah dua. Bunga jartan terletak pada tandan yang serupa malai, kelopak kecil, kepala sari bertangkai pendek atau duduk, kuning, mahkota bentuk terompet, tepi bertajuk lima, bertabuh panjang, putih kekuningan. Bunga betina berdiri sendiri, mahkota lepas, kepala putik lima, duduk, bakal buah beruang satu, putih kekuningan. Buah buni, bulat memanjang, berdaging, muda hijau, tua jingga. Biji bulat atau bulat panjang, kecil, bagian luar dibungkus selaput yang berisi cairan, muda putih, tua hitam.

Khasiat:
Akar dan biji pepaya (Carica papaya) telah digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi kecacingans DaunrXXXXpereda demam dan membantu menambah nafsu makan.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 190

SUKUN: Buah yang menolak dijadikan alat perbudakan

Kisah dan sejarah tentang sukun (Artocarpus altilis) dalam video sinematik berdurasi 13:37 menit di channel Plantamor Media, YouTube.

- Duri Sejati
- Duri Tempel
- Bulu Tajam
- Bulu Beracun