OBAT TRADISIONAL INDONESIA
 
Nama umum: medang lesah, ki sereh, selasihan, rawali, Safrol laurel, medang kemangi, keplah wangi, bunsod, karawa, thep-tharo, re huong
Deskripsi:
Pohon tegak, tinggi mencapai 20 m. Akar tunggang, cokelat kotor. Batang balat, diameter mencapai 1 m atau lebih, percabangan simpodial, kayunya berbau harum, permukaan kasar, cokelat. Daun tunggalt letak tersebar, duduk berseling, bentuk oval sampai lonjong, panjang 10-20 cm, lebar 6-15 cm, ujung meruncingi pangkal tumpul, tepi rata, tangkai silindris, panjang 5-15 cm, cokelat kemerahan, pertulangan daun melengkung, menonjol, dan hijau kekuningan, permukaan atas licin, mengkilat, hijau, dan permukaan bawah sedikit kasar dan hijau kelabu. Bunga majemuk, bentuk tandan, letak terminal di ketiak daun atau di batang, panjang tangkai 3-5 cm, kelopak bunga bentuk cawan, ujung runcing, dan hijau, benang sari halus, bentuk jarum, dan kuning, putik bentuk silindris dan kuning kemerahan, mahkota bunga berlepasan, berbagi 5, ujung tumpul, panjang 3-5 mm, halus, dan kuning pucat. Buah tunggal, bulat atau bulat telur, panjang 5-10 mm, kulit lunak, muda hijau, tua ungu. Biji bulat, keras, diameter 5-8 mm, putih.

Khasiat:
Kulit batang pohon kayu telasih (Cinnamomum parthenoxylon) telah digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi radang, peluruh kentut dan pencegah bengkak.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 218

TERATAI BIRU: Keindahan penuh misteri

Kisah dan sejarah tentang tertatai biru (Nymphaea caerulea) dalam video sinematik berdurasi 05:01 menit di channel Plantamor Media, YouTube.

- Duri Sejati
- Duri Tempel
- Bulu Tajam
- Bulu Beracun