OBAT TRADISIONAL INDONESIA
 
Nama umum: udani, bidani, cekluk, Burma creeper, Chinese honeysuckle, Rangoon creeper, akar dani, selimpas, udani, niyog-niyogan, balitadham, tartaraok, dong preah phnom, vor romiet nhi, dok ung, khua hung, 'sa mang', cha mang, thai-mong, lep mue naang
Deskripsi:
Semak, membelit. Akar tunggang, cokelat. Batang berkayu, bulat, percabangan simpodial, cabang muda hijau, berbulu, berduri, cokelat. Daun tunggal, bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, tersebar, panjang 6-20 cm, lebar 5-10 cm, pertulangan menyirip, kuning, hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir, di ketiak daun dan di ujung cabang, kelopak hijau kekuningan, berambut, bertajuk lima, bentuk lanset, benang sari sepuluh, putik panjang, putih, merah tua. Buah batu, panjang 2-4 cm, cokelat. Biji kecil, pipih, hitam.

Khasiat:
Biji ceguk (Combretum indicum) telah digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi kecacingan.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 255

PAPYRUS: Rumput sungai yang melestarikan pengetahuan manusia selama ribuan tahun

Kisah dan sejarah tentang papirus (Cyperus papyrus) dalam video sinematik berdurasi 06:31 menit di channel Plantamor Media, YouTube.

- Duri Sejati
- Duri Tempel
- Bulu Tajam
- Bulu Beracun