OBAT TRADISIONAL INDONESIA
 
Cucurbita moschata Duchesne   / CUCURBITACEAE
Nama umum: labu kuning, labu merah, labu parang, nan gua zi, butternut squash
Deskripsi:
Semak, merambat, panjang lebih kurang 25 m. Akar tunggang, bulat, berbintil bintil, putih kotor. Batang berkayu, lunak, segi lima, berambut, berbuku-buku, panjang lebih kurang 25 cm, hijau muda. Daun tunggal, bulat, bertangkai, tangkai berlubang, ujung runcing, tepi berombak, pangkal membulat, berbulu, panjang 7-35 cm, lebar 6-30 cm, beralur, pertulangan menyirip, hijau, 3unga tunggal, di ketiak daun, bentuk corong, panjang lebih kurang 15 cm, kuning, kelopak, bentuk Ionceng, pangkal berlekatan, bertajuk empat sampai enam, berambut, hijau pucat, mahkota bentuk corong, bercangap lima, berbulu, beralur, kuning, benang sari bentuk tabung, panjang 5-12,5 mm, kuning, putik bersegi, panjang 1,5-2 cm, kepala putik terbagi 2-3, tebal, putih kekuningan, kuning. Buah bulat, berdaging, diameter 25-35 cm, gundul, kuning muda. Biji keras, pipih, panjang lebih kurang 1,5 cm, lebar lebih kurang 5 mm, cokelat muda.

Khasiat:
Buah labu kuning (Cucurbita moschata) telah digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi kecacingan. Bijinya digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan dan pereda batuk berdahak.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 276

SUKUN: Buah yang menolak dijadikan alat perbudakan

Kisah dan sejarah tentang sukun (Artocarpus altilis) dalam video sinematik berdurasi 13:37 menit di channel Plantamor Media, YouTube.

- Duri Sejati
- Duri Tempel
- Bulu Tajam
- Bulu Beracun