OBAT TRADISIONAL INDONESIA
 
Deskripsi:
Perdu, tinggi 40-50 m. Batang lurus, berbentuk silinder, diameter 8-16 cm, permukaan kulit kayu halus sampai retak atau menggelembur atau berlekah, kadang-kadang berlentisel, cokelat atau abu-abu, kulit bagian dalam berserat sampai berbutiran, cokelat atau cokelat kekuningan sampai cokelat kemerahan atau merah muda. Daun tersusun spiral atau berselang-seling, tunggal, bergigi atau beringgitan atau kadang-kadang mengutuh, tangkai sering terbenam di ujung, dengan atau tanpa penumpu, Pembungaan tandan pada ketiak, biseksual, menggantung, daun kelopak mengatup, daun mahkota sedikit lebih panjang dari pada daun kelopak, putih, cokelat susu atau kehijau-hijauan, umumnya bergigi danlatau berjumbai di ujung, cakram bercuping, gundul atau berambut, benang sari 10 atau lebih, menyusup di antar cakram dan bakal buah atau jarang di atas cakram, kepala sari dengan celah rembang yang melintang. Buah kebiruan, keunguan atau hijau kecokelatan. Biji keras, dengan 1-7 biji.

Khasiat:
Kayu pinang punai (Elaeocarpus petiolatus) telah digunakan secara tradisional sebagai pereda panas.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 319