OBAT TRADISIONAL INDONESIA
 
Ficus septica Burm.f.   / MORACEAE
Nama umum: awar-awar, ki ciyat, tagalolo, omia, manibwohebwahe, bahuerueru, hauili, kauili, sio
Deskripsi:
Perdu, tegak, tinggi lebih kurang 6 m. Akar tunggang, putih kecokelatan. Batang bulat, berongga, bergetah, cokelat muda. Daun tunggal, berseling atau berhadapan, bulat telur, ujung runcing, pangkal membulat, tepi rata, panjang 10-30 cm, lebar 6-16 cm, permukaan atas mengkilat, pertulangan menyiripi tangkai panjang 2-5 cm, hijau keputihan, hijau. Bunga majemuk, pada batang ada ranting, kelopak dan mahkota kecil, hijau keputihan. Buah buni, bulat, tangkai pendek, diameter lebih kurang 2 cm, muda hijau, tua hitam. Biji kecil, keras, cokelat.

Khasiat:
Daun awar-awar (Ficus septica) telah digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi bisul, luka, borok dan penawar racun.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 365