OBAT TRADISIONAL INDONESIA
 
Nama umum: sintrong, ebolo, red-flower ragleaf, thick head (Pidgin), marago beja, yogobikabika, phakphet chaang (Mae Hong Son), yaa kho on (Chiang Mai), phakhaan (Loei)
Deskripsi:
Herba, tinggi 25-75 cm. Akar serabut, putih, gatang tegak, beralur dangkal, lunak, hijau. Daun tunggal, tersebar, bulat telur terbalik, lonjong, pangkal menyempit, ujung runcing, tepi rata atau berlekuk menyirip tak teratur, panjang 8-20 cm, lebar 3-6 cm, hijau. Bunga berkelamin dua, bongkol, kepala sari dan cabang putik ungu, kelopak saling menutup, saat bunga mekar bentuk tabung, hijau, mahkota kuning dengan ujung merah kecokelatan. Buah keras, bentuk garis, panjang lebih kurang 2,5 mm, dengan 10 rusuk membujur, rambut sekat halus, panjang lebih kurang 1 cm, putih. Biji bentuk garis, halus, putih.

Khasiat:
Daun jombloh (Crassocephalum crepidioides) telah digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi bisul.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 265