Deskripsi:
Pohon, tinggi 6-8 m. Akar tunggang, putih kekuningan. Batang tegak, bulat, percabangan simpodial, hijau kotor. Daun tunggal, berseling, lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 4-8 cm, lebar 2-4 cm, tangkai bersayap, panjang cm, hijau, pertulangan menyirip, hijau. Bunga majemuk, di ujung batang dan d! ketiak daun, tangkai segi tiga, panjang 3-4 cm, hijau kekuningan, kelopak bentuk bintang, berbagi lima, hijau, benang sari silindris, panjang lebih kurang cm, kepala sari bentuk ginjal, kuning, tangkai putik silindris, kepala putik bulat, kuning, mahkota bentuk bintang, 'ima helai, putih. Buah buni, bulat, diameter 5-8 cm, permukaan kasar, muda hijau, tua kuning. Biji bulat telur, diameter lebih kurang 3 mm, putih.
Khasiat:
Buah jeruk keprok (Citrus ? aurantium f. aurantium) telah digunakan secara tradisional sebagai obat tradisional.
Deskripsi:
Pohon, tinggi 6-8 m. Akar tunggang, putih kekuningan. Batang tegak, bulat, percabangan simpodial, hijau kotor- Daun tunggal, berselingi lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 4-8 cm, lebar 2-4 cm, tangkai bersayap, panjang 0,5-1,5 cm, hijau, pertulangan menyirip, hijau. Bunga majemuk, di ujung batang dan di ketiak daun, tangkai segitiga, panjang 3-4 cm, hijau kekuningan, kelopak bentuk bintang, berbagi lima, hijau, benang sari silindris, panjang lebih kurang 0,5 cm, kepala sari bentuk ginjal, kuning, tangkai putik silindris, kepala putik bulat, kuning, mahkota bentuk bintang, lima helai, putih. Buah bunit bulat, diameter 5-8 cm, permukaan kasar, muda hijau, tua kuning. Biji bulat telur, diameter lebih kurang 3 mm, putih.
Khasiat:
Sari buah jeruk keprok (Citrus ? aurantium f. aurantium) telah digunakan secara tradisional sebagai pereda batuk, penyegar. Kulit buahnya digunakan sebagai penghangat badan, anti kuman pada mulut dan kerongkongan.
Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 228