Deskripsi:
Semak menahun, tegak, tinggi 20-100 cm. Akar tunggang. Batang bulat, berkayu, bercabang, beruas, hijau. Daun tunggal, silang berhadapan, bulat telur, ujung dan pangkal tumpul, tepi rata, mengkilat, tangkai panjang 2-6 cm, lebar 1-3 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga tunggal, di ketiak daun, mahkota bentuk terompet, tangkai panjang 2,5-3 cm, kelopak bertajuk lima, runcing, benang sari lima, kepala sari kuning, tangkai putik putih, merah. Buah kotak, bentuk pipih, muda hijau, tua cokelat. Biji kecil, keras, cokelat.
Khasiat:
Daun tapakdara (Catharanthus roseus) telah digunakan secara tradisional untuk membantu menurunkan tekanan darah, membantu meringankan malaria, sembelit dan kencing manis. Akarnya digunakan untuk membantu meringankan kencing manis dan peluruh haid.
Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 198