OBAT TRADISIONAL INDONESIA
 
Nama umum: salohot, jukut domdoman, love grass, Amorseco, temuchut, kemuchut, kemunchup, marisekos, amorseko, pangrot, smau kântraëy, ya-chaochu, ya-khikhrok, ya-khitroei, co'may, co'bông
Deskripsi:
Rumput menahun, membentuk jerami, tinggi m, Satang bulat silindris atau beraiur pada satu sisi, Pelepah daun boleh dikatakan gundul, lidah sangat pendek, helaian daun berbentuk bulat telur Ianset atau bentuk garis dengan tepi berambut panjang kasar, panjang 2-20 kali, lebar cm pada bagian daun yang tertinggi sangat kecil. Bunga malai tegak, panjang 5-12 cm, cabang utama dalam karangan, Karangan bunga keungu-unguan, anak bulir (bentuk Ianset, yang duduk berkelamin 2, panjang lebih kurang 4 mm, dengan jarum cokelat, lebih kurang 2 mm, jantan bertangka, sedikit pendek, berbentuk jarum meruncing, benang Sari 3, kepala sari kuning, tangkai putik 2, kepala putik besar, putih kekuningan, dibawah tengah dari anak buiir muncul keluar.

Khasiat:
Akar rumput jarum (Chrysopogon aciculatus) telah digunakan secara tradisional sebagai penawar racun.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 212