OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk melancarkan kemih:
Nama umum: buang buang, krangking, ganggeng landeuh, water primrose, tinggir bangau, inai pasir, agidahano, sigang-dagat, gabi-gabi, tabagan, phak pot nam, phak phang phuai, phak phaeng phuai
Deskripsi:
Terna air, melata atau merayap, tinggi 20-40 cm. Akar serabut, putih kotor. Batang bulat, beruas-ruas, dari setiap ruas yang melata tumbuh akar, lunak, berongga, hijau atau hijau kemerahan. Daun tunggal, tanpa daun penumpu, duduk berseling, tersebar, tangkai pendek, bentuk bulat telur, ujung membulat, pangkal runcing, tulang daun menyirip, permukaan licin, mengkilat, hijau. Bunga tunggal, kelamin 1, di ketiak daun, berkelompok, jumlah 2-6, daun mahkota 4 helai, ujung runcing, hijau, sumbu bunga bentuk tabung, mahkota lepas, 4 helai, panjang 1-2 cm, halus, duduk di atas bakal buah, benang sari 4, kuning muda. Buah tunggal, buni, bentuk seperti kapsul memanjang, ujung runcing, panjang 2-3 cm, hijau,biji bulat, banyak, keras, cokelat kehitaman.

Khasiat:
Daun atau seluruh bagian tanaman krangkong (Ludwigia adscendens) telah digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi nyeri, pereda panas, peluruh air seni.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 497

TOMAT: Warisan Botani Bangsa Aztec

Kisah dan sejarah tentang tomat (Solanum lycopersicum) dalam video sinematik berdurasi 14:29 menit di channel Plantamor Media, YouTube.

- Duri Sejati
- Duri Tempel
- Bulu Tajam
- Bulu Beracun