OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk mengatasi sembelit:
Nama umum: andawali, brotowali, putrowali, akar putarwali, petawali, daun akar wali, makabuhay, meliburigan, paliaban, panyawan vine, bandaul pech, khua kao ho, boraphet
Deskripsi:
Semak menahun, berkayu memanjat dengan cara membelit, tinggi atau panjang tanaman dapat mencapai 15 m. Akar tunggang, putih kotor. Batang bulat, berkayu, batang tua permukaan berbintil-bintil sampai bertotol-totol kasar, batang muda tidak berambut, pahit. Daun tunggalt letak daun tersebar, helaian daun berbentuk jantung, ujung meruncing pangkal terbelah, panjang 6-13 cm, tangkai 4-16 cm. Bunga majemuk tandan, panjang 7-25 cm, bunga jantan 3 bersama 1 tangkai, kelopak hijau, daun mahkota 6, panjang rata-rata 2,5 mm, panjang benang sari 2-2,5 mm. Buah batu, kecil, hijau.

Khasiat:
batang pohon brotowali (Tinospora crispa) telah digunakan secara tradisional sebagai penambah nafsu makan, pereda demam, membantu mengatasi radang, malaria, gatal, luka bakar, gangguan lambung, diare. kencing manis, kecacingan, peluruh air sem.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 817

PAPYRUS: Rumput sungai yang melestarikan pengetahuan manusia selama ribuan tahun

Kisah dan sejarah tentang papirus (Cyperus papyrus) dalam video sinematik berdurasi 06:31 menit di channel Plantamor Media, YouTube.

- Duri Sejati
- Duri Tempel
- Bulu Tajam
- Bulu Beracun