OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk mengobati kecacingan:
Bahan baku obat tradisional untuk mengobati kecacingan: 41 - 60 / 68
Leucas lavandulifolia
Daun lenglengan (Leucas lavandulifolia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sukar tidur, pening, kecacingan, korengan, mengobati luka.
Mangifera indica
Biji mangga (Mangifera indica) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan.
Mangifera foetida
Biji embacang (Mangifera foetida) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan.
Momordica charantia
Daun pare (Momordica charantia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan pada anak-anak, mengatasi batuk, demam njfas, malaria, mual susah buang air besar. Bijinya digunakan untuk membantu mengobati luka. Daging buahnya digunakan untuk membantu mengatasi sariawan, menambah nafsu makan.
Nigella sativa
Biji jinten hitam (Nigella sativa) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan.
Ouret sanguinolenta
Herba sambang colok (Ouret sanguinolenta) secara tradisional digunakan sebagai peluruh air seni, pereda radang dan panas. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi haid, anemia, dan kecacingan.
Pachystachys lutea
Daun bunga lilin (Pachystachys lutea) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingam Akarnya digunakan untuk membantu mengatasi diare.
Pangium edule
Daun kepayang (Pangium edule) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan, penawar racun makanan.
Passiflora laurifolia
Daun buah susu (Passiflora laurifolia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan.
Passiflora edulis
Buah dan daun markisah (Passiflora edulis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi radang, kecacingan, penenang.
Platycodon grandiflorus
Akar bunga balon (Platycodon grandiflorus) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan, menurunkan kolesterol, mengatasi radang, pereda batuk, membantu menurunkan kadar gula darah.
Punica granatum
Akar delima (Punica granatum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan, mencret, pereda batuk.
Scorodocarpus borneensis
Buah kulim (Scorodocarpus borneensis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan.
Senna bicapsularis
Akar kasia (Senna bicapsularis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi penyakit kulit, kecacingan. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi asma, bronkitis, sakit kepala, sakit kulit. Buah dan bijinya digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi asma, scabies.
Sesbania sesban
Daun janti (Sesbania sesban) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan pada anak-anak, pereda batuk.
Sida rhombifolia
Daun sidaguri (Sida rhombifolia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kulit gatal, bisul, borok, kudisj kecacingan, eksim. Akarnya digunakan untuk membantu mengatasi sariawan, mengurangi bengkak, sengatan serangga berbisa.
Solanum torvum
Buah takokak (Solanum torvum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan.
Solanum virginianum
Daun terong duri (Solanum virginianum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi encok. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi asma, radang saluran pernapasan, pereda demam. Bijnya digunakan untuk membantu mengatasi asma, sakit gigi, batuk, kudis, scabies, kecacingan.
Sonneratia caseolaris
Daun berembang (Sonneratia caseolaris) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi cacar. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan, pereda batuk.
Tabernaemontana divaricata
Daun mondokaki (Tabernaemontana divaricata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bisul, batuk berdahak, terkilir, menurunkan tekanan darah tinggi. Getah daunnya digunakan untuk membantu mengatasi radang mata, mencegah radang pada lukaAkarnya digunakan untuk membantu mengatasi sakit gigi, kecacingan, diare, racun binatang.