OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk menurunkan panas demam:
Bahan baku obat tradisional untuk menurunkan panas demam: 181 - 196 / 196
Tanacetum parthenium
Daun kamilen (Tanacetum parthenium) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas. membantu mengatasi nyeri, encok, sakit kepala.
Tephrosia candida
Akar teprosia (Tephrosia candida) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam.
Terminalia catappa
Daun ketapang (Terminalia catappa) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi malaria, bengkak, masuk angin, encok, flu, pereda panas. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi tekanan darah. Kulit akarnya digunakan untuk membantu mengatasi sariawan, disentri.
Tinospora crispa
batang pohon brotowali (Tinospora crispa) secara tradisional digunakan sebagai penambah nafsu makan, pereda demam, membantu mengatasi radang, malaria, gatal, luka bakar, gangguan lambung, diare. kencing manis, kecacingan, peluruh air sem.
Urena lobata
Daun pulutan (Urena lobata) secara tradisional digunakan sebagai peluruh dahak, membantu mengatasi mencret, mengobati luka baru. Akarnya digunakan untuk membantu mengatasi nyeri perut, pereda demam. Bunganya digunakan untuk membantu mengatasi bisul, borok.
Vachellia sieberiana
Akar akasia siberia (Vachellia sieberiana) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam dan perut mulas.
Vigna radiata
Biji kacang hijau (Vigna radiata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi beri-beri, jantung lemah, kurang darah, pereda demam nifas dan pelancar air seni.
Viola odorata
Akar antanan kembang (Viola odorata) secara tradisional digunakan untuk membantu melancarkan buang air besar, mengeluarkan dahak, penurun panas dan menambah nafsu makan. Daun dan bunganya digunakan sebagai peluruh air seni dan membantu meringankan encok.
Vitex trifolia
Daun legundi (Vitex trifolia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan, haid tidak teratur, pereda demam, peluruh air seni dan peluruh keringat.
Wurfbainia compacta
Buah kapulaga (Wurfbainia compacta) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk dan perut kembung. Rimpangnya digunakan sebagai tonikum dan pereda demam. Semua bagian tumbuhannya digunakan sebagai tonikum.
Zantedeschia aethiopica
Umbi bunga kala (Zantedeschia aethiopica) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, panas.
Zea mays
Biji jagung (Zea mays) secara tradisional digunakan untuk membantu memperbanyak air susu ibu, peluruh air seni, pereda demam nifas, memelihara kesehatan jantung, peluruh air seni- Rambutnya digunakan untuk membantu mengatasi batu ginjal.
Zingiber montanum
Rimpang bangle (Zingiber montanum) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam, membantU mengatasi nyeri perut, sembeliti masuk angin, kecacingan, encok.
Zingiber ottensii
Rimpang lempuyang wulung (Zingiber ottensii) secara tradisional digunakan sebagai penenang, pereda demam nifas, membantu mengatasi sakit pinggang.
Zingiber zerumbet subsp. zerumbet
Rimpang lempuyang wangi (Zingiber zerumbet subsp. zerumbet) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam, membantu mengatasi rematik, sakit perut.
Ziziphus jujuba
Daun dan kulit batang pohon bidara (Ziziphus jujuba) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi diare, disentri, nyeri lambung. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi diare, penambah stamina, pembersih darah, pereda demam.