OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk menurunkan panas demam:
Bahan baku obat tradisional untuk menurunkan panas demam: 101 - 120 / 196
Indocypraea montana
Daun seruni (Indocypraea montana) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi ambeien, diare, bisul, borok, gatal-gatal. Herbanya digunakan untuk membantu mengatasi sakit kepala, pereda demam. Bunganya digunakan sebagai pencahar. Akarnya digunakan sebagai penawar racun, pereda demam.
Ipomoea batatas
Daun ubi jalar (Ipomoea batatas) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bisul, menurunkan panas dan mengobati luka bakar.
Ipomoea quamoclit
Daun rincik bumi (Ipomoea quamoclit) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bengkak dan meredakan demam.
Jasminum multiflorum
Bunga poncosudo (Jasminum multiflorum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi radang kandung kemih, demam, batu ginjal, radang usus, sakit perut, pereda panas.
Jasminum sambac
Bunga melati (Jasminum sambac) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi nyeri haid, sakit kepala, sakit mata. Daunnya digunakan sebagai pereda demam, membantu mengobati sakit kul?t, luka. Akar dan semua bagiannya digunakan sebagai pereda demam.
Justicia carnea
Daun air mancur (Justicia carnea) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas.
Justicia gendarussa
Daun, akar gandarusa (Justicia gendarussa) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi encok, sakit kepala, gangguan haid, nyeri lambung; batuk, batuk darah, asma dan meredakan demam.
Kadsura scandens
Akar hunyur buut (Kadsura scandens) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk, membantu mengatasi encok. Batangnya digunakan sebagai pereda batuk. Kulit batangnya digunakan sebagai pereda demam. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi nyeri perut, peluruh air seni.
Kalanchoe daigremontiana
Daun sosor bebek (Kalanchoe daigremontiana) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas dan batuk.
Kalanchoe integra
Daun sosor bebek (Kalanchoe integra) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bisul, sakit kulit, sakit mata, mengobati luka bakar, pereda panas.
Kalanchoe pinnata
Daun sosor bebek (Kalanchoe pinnata) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi wasir, pusing, menurunkan panas, batuk dan peluruh air seni.
Lactuca indica
Daun sawi belanda (Lactuca indica) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, peturuh air sen'.
Lagenaria siceraria
Buah labu air (Lagenaria siceraria) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam.
Lepisorus rostratus
Daun atau seluruh bagian tanaman paku ekor tupai (Lepisorus rostratus) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi malaria, pereda panas.
Lilium brownii
Umbi bunga lili (Lilium brownii) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk dan demam.
Lonicera japonica
Daun ranggis (Lonicera japonica) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, antiseptik, membantu mengatasl radang.
Lophatherum gracile
Daun atau seluruh bagian tanaman rumput kelurut (Lophatherum gracile) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi radang, menurunkan tekanan darah tinggi, pereda panas.
Ludwigia adscendens
Daun atau seluruh bagian tanaman krangkong (Ludwigia adscendens) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi nyeri, pereda panas, peluruh air seni.
Luffa acutangula
Buah oyong (Luffa acutangula) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas. Daunnya digunakan sebagai pereda panas, pelancar haid, membantu mengobati luka, tonikum, peluruh air seni, pencahar.
Lygodium japonicum
Daun atau seluruh bagian tanaman kapai be?ar (Lygodium japonicum) secara tradisional digunakan sebagai antiseptik, membantu mengatasi radang, pereda panas, peluruh air seni.