OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk menurunkan panas demam:
Bahan baku obat tradisional untuk menurunkan panas demam: 21 - 40 / 196
Anamirta cocculus
Batang pohon kayu kuning (Anamirta cocculus) secara tradisional digunakan sebagai pereda deman dan nyeri datang bulan. Akarnya digunakan sebagai pereda demam, perut kembung, dan gangguan haid. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi sakit kepala, sakit perut, dan gangguan haid. Buah dan bijinya digunakan untuk membantu mengatasi sakit kulit. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi bisul dan kudis.
Ananas comosus
Buah nanas (Ananas comosus) secara tradisional digunakan untuk mengatasi kecacingan, pereda panas, peluruh air seni, dan membantu memperbaiki pencernaan.
Andrographis paniculata
Herba sambiloto (Andrographis paniculata) secara tradisional digunakan sebagai peluruh air seni, pereda panas, membantu meringankan kencing manis, mengatasi penyakit kulit, dan mengatasi masuk angin.
Antigonon leptopus
Herba tumbuhan air mata pengantin (Antigonon leptopus) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi radang dan demam.
Aporosa arborea
Akar poris (Aporosa arborea) secara tradisional digunakan untuk membantu menurunkan panas. Kulit batang, ranting dan daunnya digunakan untuk membantu meringankan encok.
Artemisia annua
Daun atau seluruh bagian tanaman anuma (Artemisia annua) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati malaria, pereda panas.
Artocarpus altilis
Bunga sukun (Artocarpus altilis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati sakit gigi. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi sakit kulit dan pereda panas. Kulit buahnya digunakan untuk membantu melancarkan ASI..
Artocarpus heterophyllus
Daun nangka (Artocarpus heterophyllus) secara tradisional digunakan sebagai pelancar ASI dan membantu mengatasi sakit kulit. Biji nangka juga digunakan sebagai pereda batuk dan tonik. Kayunya digunakan untuk mengurangi kejang dan sedatif. Daging buahnya digunakan sebagai pengencer dahak. Getah kulit kayunya digunakan sebagai pereda demam, mengatasi kecacingan, radang, bengkak.
Asparagus racemosus
Akar sangga langit (Asparagus racemosus) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, diare, dan meningkatkan stamina.
Averrhoa bilimbi
Bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk. Buah. membantu mengatasi sariawan. Daunnya digunakan sebagai pereda panas, membantu mengobati encok.
Azadirachta indica
Daun mimba (Azadirachta indica) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas dan membantu meningkatkan stamina.
Baeckea frutescens
Daun junjung atap (Baeckea frutescens) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, pelancar haid, membantu mengatasi sakit perut, encok, sakit kulit.
Bauhinia tomentosa
Daun daun kupu-kupu (Bauhinia tomentosa) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam dan diare.
Begonia fimbristipula
Daun atau seluruh bagian tanaman begonia (Begonia fimbristipula) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, membersihkan darah, pereda batuk.
Berberis fortunei
Daun kayu ni (Berberis fortunei) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas.
Biophytum reinwardtii
Daun rumput kebar (Biophytum reinwardtii) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas. Herbanya digunakan untuk membantulmeningkatkan kesuburan.
Blumea balsamifera
Daun sembung (Blumea balsamifera) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam, pereda batuk, peluruh keringat dan pelindung dari gigitan nyamuk.
Blumea lacera
Daun sembung kuwuk (Blumea lacera) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas.
Borassus flabellifer
Akar siwalan (Borassus flabellifer) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi malaria kecacingan. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi meringankan sakit perut dan membantu meningkatkan stamina. Getah, penawar racun, membantu mengatasi sakit gigi, pereda panas, batuk.
Breynia discigera
Daun hujan panas (Breynia discigera) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sakit ginjaI.