OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk menurunkan panas demam:
Bahan baku obat tradisional untuk menurunkan panas demam: 61 - 80 / 196
Cocos nucifera
Akar kelapa (Cocos nucifera) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam dan mengatasi diare. Air buahnya digunakan sebagai penambah stamina dan penawar racun. Buahnya digunakan untuk membantu mengatasi wasir.
Coffea canephora
Bij? kopi (Coffea canephora) secara tradisional digunakan sebagai penawar racun, pereda panasi pereda batuk dan peluruh air seni, membantu mengatasi kejang peru? meningkatkan tekanan darah.
Coleus scutellarioides
Daun iler (Coleus scutellarioides) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatas? wasir, bisul, radang telinga, haid tidak teratur, pereda demam nifas.
Commelina benghalensis
Daun gewor (Commelina benghalensis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati luka, pereda demam, mengatasi sakit kepala dan peluruh keringat.
Crateva magna
Kulit batang pohon dan kulit akar krateva (Crateva magna) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, mengatasi penyakit kulit, batu ginjal dan nyeri.
Croton tiglium
Akar cerakin (Croton tiglium) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam. Daun digunakan sebagai urus-urus.
Cryptocarya massoy
Kulit batang pohon masoyi (Cryptocarya massoy) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kepala pusing, keputihan, meringankan kejang perut, pereda panas, dan meningkatkan stamina setelah bersalin.
Cucumis melo
Buah melon (Cucumis melo) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam dan peluruh air seni. Kulit buahnya digunakan sebagai peluruh air seni dan urus-urUS. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi sakit perut.
Cucumis melo
Buah blustru (Cucumis melo) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, membantu mengatasi bisul, mimisan, sesak nafas, Iuka koreng, pelancar haid, meningkatkan jumlah darah.
Curcuma longa
Rimpang kunyit (Curcuma longa) secara tradisional digunakan untuk membantu melancarkan haid, membantu meningkatkan fungsi hati, pereda panas, membantu mengatasi diare, sesak nafas dan radang hidung.
Cyclea barbata
Daun cincau rambat (Cyclea barbata) secara tradisional digunakan sebagai peredapanas, membantu mengatasi nyeri perut. Getahnya digunakan untuk membantu mengatasi radang lambung, menurunkan tekanan darah dan pereda panas.
Cymbopogon citratus
Daun serai sayur (Cymbopogon citratus) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, antiseptik dan mencegah muntah,iS.
Cyperus brevifolius
Seluruh bagian tanaman teki (Cyperus brevifolius) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam, membantu mengatasi nyeri, antiseptik.
Dillenia excelsa
Daun kanigara (Dillenia excelsa) secara tradisional digunakan sebagai pereda masuk angin, sakit kepala, dan demam.
Drymaria cordata
Daun randa nunut (Drymaria cordata) secara tradisional digunakan sebagai urus-urus dan pereda panas.
Echinacea purpurea
Akar ekinase (Echinacea purpurea) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi jerawat, bisul, flu, sakit tenggorokan, demam dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Ehretia microphylla
Akar serut pagar (Ehretia microphylla) secara tradisional digunakan sebagai penawar racun makanan dan membantu membersihkan darah pada saat nifas. Daun pereda panas, membantu mengatasi diare dan menguatkan gigi.
Elaeocarpus petiolatus
Kayu pinang punai (Elaeocarpus petiolatus) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas.
Emilia javanica
Daun ketul (Emilia javanica) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam pelancar air seni, pelancar alr susu ibu.
Emilia sonchifolia
Akar patah kemudi (Emilia sonchifolia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi diare. Daunnya digunakan sebagai pereda demam dan mengatasi sariawan.